Minggu, 15 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Sportainment

Buntut Kericuhan Suporter PSD Demak dan Persiku Kudus, Laga Ditunda

29 Juli 2019, 14: 00: 28 WIB | editor : Ali Mustofa

DITUNDA HARI INI: Suporter PSD dan Persiku masuk ke lapangan karena kericuhan di Stadion Pancasila kemarin.

DITUNDA HARI INI: Suporter PSD dan Persiku masuk ke lapangan karena kericuhan di Stadion Pancasila kemarin. (PERSIKU KUDUS FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar KudusPersiku Kudus menjalani laga away di Stadion Pancasila Demak menghadapi PSD Demak kemarin. Laga ini terpaksa ”tak selesai” dan ditunda. Tim tetangga, Persipa Pati juga menang tipis atas Persikama Magelang di Stadion Joyokusumo.

Laga antara PSD dan Persiku sempat molor 30 menit. Laga ini pada akhirnya harus ditunda. Penyebabnya adalah insiden pelemparan botol di menit ke-47. Situasi semakin tak kondusif karena bentrokan kedua kubu suporter. Laga susulan bakal digelar hari ini pukul 08.00 tanpa penonton.

Antusiasme terhadap laga ini sangat tinggi. Penonton membeludak. Stadion Pancasila hingga tak mampu menampung. Penonton hingga turun ke pinggir lapangan. Pertandingan sore itu pun berlangsung alot. Tensi panas sudah meninggi sejak kedua tim melakoni kick-off. PSD Demak yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri tampil menekan sejak menit awal. Sementara anak asuh Subangkit sesekali menyerang melalui serangan balik.

Di menit ke-26 penggawa PSD Demak nomor punggung 12 Muhammad Alfal membawa PSD Demak unggul. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan tuan rumah. Di penghujung babak I, pada menit ke-47 terjadi pelemparan botol oleh oknum kedua suporter. Akibatnya terjadi kericuhan hingga laga diberhentikan dan ditunda.

Ketua Panpel PSD Demak Kholid Muktiyono meminta maaf atas kejadian ini. ”Kami meminta maaf terkait insiden ini. Dari kapasitas Stadion Pancasila memang tidak mencukupi untuk menampung suporter dari kedua kubu,” katanya.

Namun, dia enggan berkomentar perihal siapa yang menjadi provokator soal insiden pelemparan botol ini. ”Kami sudah berusaha memisahkan suporter. Kanan untuk suporter Persiku, kiri untuk PSD,” sambungnya. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian yang menerjunkan 200 personel ditambah dengan 50 personel dari kodim.

Komisi Teknik Persiku Kudus Imran As’ad mengaku rugi atas ditundanya laga ini. ”Termasuk tadi molornya waktu pertandingan menunjukkan ketidaksiapan panpel,” terangnya. Imran juga mengkritisi stadion tidak layak untuk Liga 3, karena kapasitasnya tak mencukupi. Termasuk kondisi lapangan yang berbatu.

Senada, asisten pelatih Persiku Kudus Widoro Heriyanto menyayangkan molornya laga. ”Sesuai jadwal dan kesepakatan saat meeting, laga dimulai pukul 15.30. Tetapi tadi pukul 16.00 baru dimulai,” tandasnya.

Match Commisioner PSD Demak vs Persiku Kudus Bambang Prasetyo Widiatmoko menyampaikan, panpel PSD dan pihak Persiku terkena denda. Nominalnya merupakan regulasi dari pihak operator Liga 3 Jateng. ”Kami masih menunggu laporan dari tim match commisioner laga PSD vs Persiku terlebih dahulu, baru bisa memutuskan sanksi yang akan diberikan kepada kedua pihak,” ujar pria yang juga anggota komisi disiplin PSSI Jateng ini.

Sedangkan di Stadion Joyokusumo, Persipa akhirnya pecah telur. Menutup putaran pertama Liga 3 Zona Jateng 2019, tim berjuluk Laskar Saridin ini, berhasil meraup tiga poin. Ini hasil kemenangan tipis atas tamunya, Persikama Kabupaten Magelang.

Gol kemenangan Persipa lahir dari kaki Ikris Yamhin di menit ke-24, setelah memanfaatkan bola yang memantul dari kiper lawan. Kemenangan ini, membangkitkan kembali asa Persipa yang mematok target promosi. Sebelumnya, para suporter hampir saja putus asa melihat dua laga di awal yang berakhir buruk. Tumbang 1-0 di saat menjamu Persip Pekalongan dan tumbang di Banyumas dengan skor 1- 2. Kebangkitan mulai terasa saat Persipa berhasil mencuri poin di Grobogan usai menahan imbang 2-2 dengan Persipur. (vga)

(ks/aua/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia