Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Bunda PAUD Rina Tamzil: Perkuat Karakter dan Upgrade SDM Pengajar

23 Juli 2019, 14: 22: 06 WIB | editor : Ali Mustofa

AKRAB: Bunda PAUD Rina Budhy Ariani bercengkrama dengan siswa PAUD dalam sebuah acara di Kabupaten Kudus beberapa bulan lalu.

AKRAB: Bunda PAUD Rina Budhy Ariani bercengkrama dengan siswa PAUD dalam sebuah acara di Kabupaten Kudus beberapa bulan lalu. (DOK. RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus – Perkembangan era digitalisasi menjadi perhatian khusus di lingkungan pendidikan Kabupaten Kudus. Khususnya, anak usia dini yang mulai mengerti penggunaan alat komunikasi berupa ponsel.

Bunda PAUD Rina Budhy Ariani, di rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2019 berpesan kepada orang tua senantiasa membuka komunikasi dengan anak sebaik-baiknya.

”Seperti apa yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, sekarang ini ada HP baik orang tua maupun anak menjadi sibuk masing-masing,” jelas sosok yang juga istri Bupati Kudus M Tamzil.

(DOK. RADAR KUDUS)

Kondisi itu jadi warning kepada orangtua. Kalau dibiarkan berlarut-larut dan orangtua tidak diberi pengertian, anak menjadi pribadi yang tertutup. ”Dampaknya sosialisasi kurang,” terangnya.

Dia menambahkan, orang tua harus aktif menanyakan setiap kegiatan anak baik di sekolah atau pada saat bermain bersama teman-temannya. Membuat anak nyaman untuk bercerita apapun kepada orang tua.

”Jangan sampai antara orang tua dengan anak tidak ada komunikasi sama sekali. Apabila orang tua hanya menuntut untuk anak harus sekolah, harus naik dan meraih nilai bagus itu sekarang sudah tidak zamannya lagi,” ungkapnnya. Inilah tantangan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Bagaimana memformulasikan anak tidak terlalu ketergantungan dalam menggunakan ponsel.

Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak (IGTK) Arie Widiana Ristiani mengatakan yang paling penting bagaimana memberikan hak pengasuhan yang terbaik terhadap anak.

”Orang tua era digitalisasi ini perlu dibekali parenting. Tujuannya mengutamakan komunikasi kepada anak. Kami sebagai guru tetap memberikan pendidikan yang tidak meninggalkan teknologi, namun anak-anak tidak meninggalkan budayanya dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Arie menambahkan, guru-guru lembaga PAUD saat ini mulai tergerak untuk meng-upgrade jenjang pendidikannya selinier. Kalaupun belum mampu melanjutkan pendidikan yang sesuai, mengikuti program diklat berjenjang yang setara dengan lulusan strata PAUD sangat penting.

”Kalau untuk guru TK sudah mulai yang selinier, tapi PAUD nonformal seperti kelompok bermain (KB), taman penitipan anak (TPA) dan sejenisnya masih banyak yang lulusan SMA,” jelasnya.

Menurutnya meng-upgrade ilmu dengan mengikuti diklat berjenjang sangat penting. Pengajar jadi tahu. Tidak sekadar mengasuh tapi juga memberikan ilmu sesuai dengan kurikulum pemerintah. 

(ks/san/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia