Minggu, 18 Aug 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Ini Kata Warga Soal Pemberlakuan Larangan Menyediakan Kantong Plastik

22 Juli 2019, 15: 50: 18 WIB | editor : Ali Mustofa

ATURAN BARU: Pihak managemen ADA Swalayan Kudus telah memasang pengumuman terkait instruksi Bupati tentang penggunaan kantong plastik di tempat kasir.

ATURAN BARU: Pihak managemen ADA Swalayan Kudus telah memasang pengumuman terkait instruksi Bupati tentang penggunaan kantong plastik di tempat kasir. (DIYAH AYU FITRIYANI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA, Radar Kudus Bupati Kudus meminta kepada pemilik pusat perbelanjaan dan toko atau ritel modern untuk tidak menyediakan kantong plastik. Hal ini juga berlaku untuk pemilik restoran, rumah makan, warung makan hingga warung tenda. Instruksi ini berlaku mulai 18 Juli 2019.

Meskipun begitu, nyatanya belum banyak masyarakat yang mengetahui adanya aturan ini.

Salah satu warga Jekulo, Badi, 34, mengaku baru tahu adanya aturan baru ini ketika membaca pengumuman yang ditempel di kasih salah satu swalayan di Kudus.

”Aslinya bagus, tapi juga kalau tidak tahu jadi ribet. Pas belanja pas nggak bawa kantong jadi susah bawanya,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Laila, 21, salah satu mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK). Dia juga mengaku belum mengetahui adanya peraturan baru ini. Sampai kemarin, perempuan berjilbab ini masih mendapatkan kantong plastik saat belanja di salah satu minimarket yang ada di Kecamatan Bae.

”Tidak tahu. Soale pas belanja di minimarket kemarin masih dapat plastik. Hanya saja berbayar Rp 200,” katanya.

Sementara itu, swalayan yang ada di Kabupaten Kudus sudah mulai memberikan pengumuman kepada pelanggannya terkait pemberlakuan aturan ini. Salah satunya yang dilakukan oleh pihak managemen ADA Swalayan Kudus.

Di setiap meja kasir ditempel kertas pengumuman yang berisi bahwa pihak managemen ADA Swalayan milai tanggal 1 Agustus tidak lagi menyediakan kantong plastik. Hal ini menyusul adanya instruksi Bupati Kudus nomor 660/03/2019 tentang pembatasan penggunaan sedotan plastik sekali pakai dan kantong plastik di Kabupaten Kudus.

Pihak ADA Swalayan meminta para pelanggannya untuk mempersiapkan tas belanja sendiri dari rumah. Atau dapat membeli tas belanja yang ramah lingkungan dan dapat dipakai berulang kali yang disediakan di ADA swalayan.

Sementara itu Bupati Kudus Muhammad Tamzil mengatakan, instruksi ini sebagai upaya untuk mengurangi sampah plastik di Kabupaten Kudus. Dengan adanya imbauan ini, pihaknya ingin perlahan dapat merealisasikan hal ini.

”Memang mungkin tidak bisa langsung, tapi minimal perlahan-lahan bisa terkurangi. Sebab kami prihatin dengan banyaknya sampah plastik yang ada. Ini juga rencananya akan kami perdakan,” tutupnya. 

(ks/daf/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia