Minggu, 18 Aug 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Tampil Memukau, Begini Keseruan Rembang Night Fashion Carnival

22 Juli 2019, 13: 14: 19 WIB | editor : Ali Mustofa

SEMARAK: Sebanyak 50 anak muda tampil fashion show dan carnival dalam Night Fashion Carnival Rembang Kreativest 2019 di Jalan Kartini, Sabtu (20/7) malam.

SEMARAK: Sebanyak 50 anak muda tampil fashion show dan carnival dalam Night Fashion Carnival Rembang Kreativest 2019 di Jalan Kartini, Sabtu (20/7) malam. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus – Rembang Night Fashion Carnival di sepanjang Jalan Kartini berlangsung meriah Sabtu (20/7). Acara tersebut sebagai Puncak Rembang Kreatifest 2019. Sebanyak 50 peserta mengikuti acara itu. Terdiri dari kategori fashion 27 dan carnival 23 orang.

Bahkan lima polwan Polres Rembang ikut ambil bagian di acara itu. Mereka mengenakan kostum carnival batik dipadukan seragam polisi. Peserta lainnya tiga pemenang even Semen Gresik Reycycle di Pantai Nyamplung turut ikut ambil bagian.

Lewat pakaian hasil olah sampah itu, Semen Gresik menyampaikan pesan pentingnya menjaga lingkungan dengan bijak. Perwakilan umum mengenakan busana pengantin dari tradisional hingga modern.

(WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Acara yang digagas Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dinindagkopukm) Kabupaten Rembang dan PT. Semen Gresik menyedot perhatian masyarakat. Bupati Rembang, Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto juga antusias melihat acara itu.

Even yang berlangsung dari Jumat dan Sabtu (19-20/7) terbilang sukses. Itu merupakan tindak lanjut  Rembang sebagai kota kreatif nasional. Sekaligus menjadi rangkaian Hari Jadi Rembang ke-278.

Kepala Dinindagkopukm, Kabupaten Rembang, Akhsanuddin menyampaikan, usai Kabupaten Rembang mendapatkan badan ekonomi kreatif (Bekraf) sebagai kabupaten kreatif di sektor kria. Maka di Dinindagkopukm berupaya memberikan satu terobosan untuk penampilan anak-anak muda. Salah satunya melalui Rembang Kreativest.

”Even kegiatan Rembang Kreativest, jadi tidak sekadar kria ataupun UMKM, namun mendorong anak-anak muda untuk partisipasi di bidang lainnya,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Beberapa lomba yang dilaksanakan di acara itu, fashion, photography, videography, modifikasi motor, desain produk, seni rupa dan kriya, kuliner, wedding planner dan MUA, komunitas kreatif Rembang, Workshop Rembang Creativity-Senam, Musik dan Tari dan Rembang Night Fashion Carnival.

”Dari lomba itu, ternyata cukup banyak kegiatan yang muncul dari komunitas-komunitas. Ada kegiatan yang akhirnya kami susun jadwalnya selama dua hari mulai 19-20 Juli,” terangnya.

Peserta yang mayoritas generasi milenial juga ditantang mengikuti Semen Gresik Mural Challenge. Lomba menggunakan media becak dan kerangjang belanja. Diikuti peserta lintas kota dimenangkan Lankujiwo sebagai juara I (mural becak) dan santri ponpes di Rembang tim Butterfly (mural keranjang belanja). Pemenang berhak atas piala, sertifikat dan uang pembinaan 3,5 juta dari PT Semen Gresik.

”Kalangan milenia dan sektor ekonomi kreatif adalah harapan masa depan. Rembang Kreativest merupakan bagian dari upaya kami agar masa depan lebih cerah,” kata kepala Departemen Komunikasi dan Hukum PT Semen Gresik, Gatot Mardiana

Sementara itu Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengapresiasi even perdana usai Rembang ditetapkan kabupaten kreatif nasional. Dari 520 kabupaten/kota, Kabupaten Rembang masuk 10 besar. Bahkan kria Rembang juara I nasional.

”Ini sebagai penghargaan kami sebagai kepala daerah,” motivasinya.

Jika melihat dari penghargaan dan banyak kegiatan, Kabupaten Rembang sudah mulai maju.

(ks/noe/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia