Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Features
Rembang Kreatifest Didukung Semen Gresik (1)

Berdayakan Kalangan Milenial, Genjot Ekonomi Kreatif di Kota Garam

22 Juli 2019, 10: 01: 52 WIB | editor : Ali Mustofa

MURAL BECAK: Sejumlah kaum milenial mulai seniman hingga santri menuangkan kreativitas dengan membuat mural dengan media becak. Kegiatan tersebut, bagian dari acara Rembang Kreatifest 2019 yang digelar di Jalan Kartini.

MURAL BECAK: Sejumlah kaum milenial mulai seniman hingga santri menuangkan kreativitas dengan membuat mural dengan media becak. Kegiatan tersebut, bagian dari acara Rembang Kreatifest 2019 yang digelar di Jalan Kartini. (ALI MAHMUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

PT Semen Gresik berkontribusi positif memberdayakan potensi ekonomi kreatif generasi milenial melalui gelaran Rembang Kreatifest 2019. Even bergengsi dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-278 Kabupaten Rembang ini bentuk kepedulian perusahaan persemenan itu terhadap sektor usaha yang bertumpu pada daya kreativitas.

ALI MAHMUDI, Rembang, Radar Kudus

TANGAN Made Iskandar terlihat lincah menggoreskan sketsa hitam putih di bagian lambung kanan becak yang diparkir di Jalan Kartini Rembang. Aktivitas serupa juga dilakukan dua rekannya Muhammad Anshori dan Wawan Supriyono yang menggarap bagian lambung kiri dan belakang moda transportasi tradisional tersebut. Selang satu jam, sketsa itu sudah terlihat wujudnya. Tangan tiga pemuda itu lantas menyemprotkan beraneka warna cat di atas sketsa tersebut.

Hingga akhirnya, lambung sebelah kanan becak tergambar dan tertulis beragam produk dan kearifan lokal unggulan khas Rembang seperti Lontong Tuyuhan, Kawista, Latoh dan Dumbek. Sedang lambung sebelah kiri becak tergambar berbagai potensi sumber daya alam berupa pantai, laut serta potensi wisatanya. Sedang bagian belakang becak tergambar aktivitas pembangunan infrastruktur, logo Semen Gresik dan tulisan "Ayo Ngrembang".

Aktivitas yang dilakukan tiga pemuda lintas kota (Rembang - Kudus - Brebes) yang tergabung dalam tim Lankujiwo ini dilakukan saat kegiatan Semen Gresik Mural Challenge.

Lewat mural itu, Lankujiwo ingin menyampaikan pesan jika kolaborasi antara perusahaan, pemerintah dan berbagai elemen lainnya bisa mengangkat berbagai potensi unggulan di daerah. Baik sektor infrastruktur, pariwisata, kuliner, seni budaya, produk berbasis kearifan lokal dan lainnya.

Beragam pesan positif juga disampaikan peserta lomba mural becak lainnya. Seperti pesan stop menyebar kabar bohong (hoax), mematikan saluran televisi yang tidak mendidik, ajakan wisata ke Rembang dan lain sebagainya.

Setelah melalui penjurian yang ketat, dewan juri Semen Gresik Mural Challenge akhirnya menetapkan Lankujiwo sebagai juara pertama dan berhak mendapat piala, sertifikat serta uang pembinaan sebesar Rp3,5 juta. Sedang juara dua diraih Deathline Art asal Cepu, Blora dan berhak mendapatkan piala, sertifikat dan uang Rp2,5 juta. Juara tiga ditempati tim pelajar asal SMK Umar Fatah Rembang dan berhak meraih piala, sertifikat dan uang Rp1,5 juta. Ketiga tim ini berhasil menyisihkan belasan tim lain asal berbagai kota yang mengikuti Semen Gresik Mural Challenge.

"Kami hanya mencoba menuangkan realitas dalam bentuk mural. Jika ternyata itu diapresiasi oleh juri itu kebanggaan tersendiri bagi kami," kata pentolan Lankujiwo, Made Iskandar.

Semen Gresik Mural Challenge merupakan bagian dari Rembang Kreatifest yang digelar sejak Jumat - Sabtu (19-20/7) di sepanjang Jalan Kartini Rembang. Rembang Kreatifest yang merupakan hasil kolaborasi antara Semen Gresik dengan Dinas Indagkop Kabupaten Rembang ini diisi beragam kegiatan. Mulai dari workshop fotografi, videografi, kelas kecantikan, sinematografi, desain produk yang disokong penuh oleh Semen Gresik.

Selain itu beragam stand sektor usaha ekonomi kreatif juga dipromosikan di ajang bergengsi ini. Beberapa diantaranya stand custom motor, batik, lukisan, stand Ikatan Wedding Fotografer Rembang, Creativ Community Network Rembang, Jejaring Arsitek Rembang dan lain sebagainya.

Selain mural becak, Semen Gresik Mural Challenge juga dimeriahkan dengan lomba mural keranjang belanja yang diikuti puluhan santri pondok pesantren di Kabupaten Rembang. Medium yang dimural adalah karung belanja milik pedagang pasar tradisional di Rembang.

Tahun 2016, induk perusahaan Semen Gresik yakni PT Semen Indonesia (Persero) Tbk pernah mengucurkan bantuan modal lunak kepada 60 pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Bakul Belanjaan Keliling Rembang (PB2KR).

Lomba mural keranjang belanja ini memiliki manfaat ganda. Yakni menggenjot kreativitas kalangan santri ponpes dan sekaligus mengangkat sektor UMKM, khususnya pelaku usaha pasar tradisional di Rembang.

Setelah melalui proses penjurian yang ketat, akhirnya kelompok Wild Butterfly terpilih sebagai juara satu dan berhak mendapat piala, sertifikat dan uang Rp 3,5 juta. Sedang juara dua dan tiga ditempati kelompok Alsemburiyah dan Wild Butterfly. Masing-masing berhak atas piala, sertifikat, uang pembinaan Rp 2,5 juta dan Rp 1,5 juta.

"Hadiah dari lomba mural keranjang belanja ini akan kita gunakan untuk qurban Idul Adha. Daging hewan qurban akan didistribusikan untuk warga yang berhak menerimanya," ujar perwakilan kelompok Butterfly, Ali.

Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum PT Semen Gresik, Gatot Mardiana mengatakan ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor andalan masa depan. Oleh karena itu, pihaknya berupaya menggenjot sektor tersebut dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki kalangan generasi milenial dan santri ponpes.

"Diharapkan setelah dipermak tangan-tangan kreatif peserta, keranjang belanja dan becak lebih terlihat menarik. Ini kreativitas yang harus didukung karena ujungnya juga bisa menggerakkan perekonomian," tutur Gatot Mardiana.

Bupati Rembang H Abdul Hafidz mengapresiasi kegiatan ini. Pihaknya mendorong kalangan generasi muda agar lebih kreatif karena Rembang sudah termasuk kabupaten kreatif bidang kriya.

"Saya berterima kasih kepada berbagai pihak yang mendukung kegiatan ini. Semoga sektor industri kreatif di Rembang lebih menggeliat seiring event ini," tandasnya. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia