Minggu, 18 Aug 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Unisnu Gelar Progam Kemitraan Masyarakat Bertema Budaya

21 Juli 2019, 08: 08: 11 WIB | editor : Ali Mustofa

MITRA: Tim Pengabdian Masyarakat Unisnu Jepara menggelar progam kemitraan masyarakat di PAUD Pelangi GuyanganBangsri Jepara Sabtu (13/7).

MITRA: Tim Pengabdian Masyarakat Unisnu Jepara menggelar progam kemitraan masyarakat di PAUD Pelangi GuyanganBangsri Jepara Sabtu (13/7). (Tim Pengabdian Masyarakat Unisnu For Radar Kudus)

Share this      

BANGSRI - Tim pengabdian masyarakat Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat di PAUD Pelangi Guyangan, Kecamatan Bangsri Jepara Sabtu (13/7) lalu. Pada kegiatan tersebut, tema yang diangkat yakni budaya. Tujuannya tak lain sebagai upaya membekali para guru untuk membuat media pembelajaran.

Pelaksana program ini merupakan kolaborasi tiga dosen dari lintas program studi di Unisnu Jepara. Yakni ketua tim pengabdian dari prodi Pendidikan Guru PAUD Anita Afrianingsih, M.Pd serta anggota tim dari prodi Pendidikan Bahasa Inggris Aprilia Riyana Putri dan Purwo Adi Wibowo dosen prodi Manajemen.

Anita Afrianingsih mengatakan, kegiatan pengabdian ini bertujuan membekali paraguru PAUD Pelangi Guyangan membuat media pembelajaran yang menarik dan dibalut dengan bahasa Inggris sederhana untuk anak usia dini. “Di sini menerapkan nilai-nilai kebudayaan khususnya budaya Jepara Bumi Kartini melalui media pembelajaran, yaitu Sinau Budoyo (SINDU) pada Anak Usia Dini berbasis Bahasa Inggris Sederhana,” katanya

Dia melanjutkan, kegiatan ini dimulai dengan pemaparan bahasa Inggris sederhana oleh narasumber Aprilia Riyana Putri. Narasumber menjelaskan arti bahasa Inggris dari kartu-kartu yang sudah ditulis dengan bahasa Indonesia serta bahasa Inggris dari beberapa kebudayaan yang ada di Jepara.

Para peserta pelatihan kemudiandibimbing untuk membuat media pembelajaran yang di sebut APE SINDU, yaitu Alat Permainan Edukatif Sinau Budoyo (APE SINDU). “Alat peraga ini merupakan pengembangan dari permainan ular tangga, berukuran 210 cm x 150 cm dengan desain bermacam budaya yang ada di kota Jepara mulai dari tempat wisata, kerajinan tangan dan makanan khas kota Jepara,” tuturnya.

Pada sesi terakhir pelatihan ini, peserta mendapatkan ilmu tentang beberapa kebudayaan yang masih melekat di kota Jepara, seperti tradisi perayaan perang obor, tongktek dan lain sebagainya oleh budayawan Jepara yaitu Sunarto, S.Pd.

Kegiatan pelatihan tersebut disambut dengan baik oleh guru PAUD Pelangi. Mereka antusias dalam berdiskusi untuk menajamkan pemahaman materi yang disampaikan narasumber.

Kepala PAUD Pelangi mengungkapkan, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi para pengajar karena dapat meningkatkan ilmu pengetahuannya terkait dengan kebudayaan-kebudayaan kota Jepara serta meningkatkan kreativitas guru dalam membuat media pembelajaran khususnya media berbasis kebudayaan dan bahan bahan yang tidak terpakai. “Juga bermanfaat untuk mengembangkan minat serta bakat guru untuk lebih semangat dan antusias ketika mengajar nantinya,” imbuhnya.

(ks/emy/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia