alexametrics
Kamis, 29 Oct 2020
radarkudus
Home > Blora
icon featured
Blora

Terdakwa Pembunuhan Warga Nglandeyan Dituntut Pasal Berlapis

20 Juli 2019, 11: 08: 32 WIB | editor : Ali Mustofa

Terdakwa Pembunuhan Warga Nglandeyan Dituntut Pasal Berlapis

BLORA – Sukri, pelaku pembunuhan terhadap Jasmin, Dukuh Banyu Urip RT 8, RW 4, Desa Nglandeyan, Kecamatan Kedungtuban, Blora menjalani sidang di Pengadilan Negeri Blora belum lama ini. Tak tangung-tanggung, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntutnya dengan tiga pasal sekaligus. Yaitu pasal 340, pasal 338 dan pasal 351 ayat (3) Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Blora, Hangrengga Berlian mengaku selama persidangan semua berjalan dengan lancar. Para saksi juga sudah dihadirkan. “JPU nya pak Imam Tauhid,” ucapnya.

Dalam Pasal 340 KUHP dijelaskan, barang siapa sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana (moord), dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.

Sementara pasal 338 KUHP dijelaskan, barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun. Untuk pasal 351 ayat (3) penganiayan yang mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Diketahui bersama, Jasmin,40, warga Dukuh Banyu Urip, Desa Nglandeyan, Rt 08/Rw 04, Kecamatan Kedungtuban, Blora tewas dibacok terdakwa saat tertidur lelap di rumahnya. Akibat pembacokan tersebut, korban menderita dua luka sayatan di bagian leher. Pertama sepanjang 6X5 cm dengan kedalaman 3 cm dan 2X3 cm dengan panjang 2 cm. Akhirnya meninggal dunia di tempat. Sehari setelahnya pelaku berhasil diringkus aparat kepolisian. Pelaku juga mengakui bahwa dia yang telah membunuh korban lantaran sakit hati.

Kejadian ini bermula Rabu (17/4) pukul 16.00, terdakwa mengasah sabit supaya tajam dengan ungkal batu yang akan terdakwa gunakan untuk menganiaya dan membunuh korban Jasmin. Kemudian Kamis(18/4) sekitar pukul 01.00 terdakwa keluar rumah dan duduk, kadang juga berdiri di belakang rumah terdakwa sambil merokok dan mengamati rumah korban.

(ks/sub/ali/top/JPR)

 TOP