alexametrics
Jumat, 06 Aug 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Ambil Sebatang Kayu, Jasmin Ditebus Penjara dan Denda Rp 500 Juta

19 Juli 2019, 10: 21: 21 WIB | editor : Ali Mustofa

TAK AJUKAN BANDING: Terdakwa Jasmin (kiri) usai sidang baru-baru ini.

TAK AJUKAN BANDING: Terdakwa Jasmin (kiri) usai sidang baru-baru ini. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA – Rencana Jasmin, 53, mengajukan banding atas kasus pencurian kayu yang dilakukannya urung dilakukan. Warga RT 3/RW 1, Desa Singonegoro, Kecamatan Jiken, Blora, yang merugikan negara Rp 142.912 ini, menyatakan menerima keputusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Blora.

Jasmin divonis Majelis Hakim Agustinus Asgari Mandala Dewa, Yunita, dan Endang Dewi Nugraheni terdakwa. Sebab, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana.

Sebagaimana diketahui, Jumat (8/3) lalu, sekitar pukul 06.30 Jasmin ditangkap saat menawarkan sebatang kayu dengan cara dipikul dan dijajakan dengan jalan kaki keliling desa.

Baca juga: Opening Ceremony Asean School Games ke-11 2019 Berlangsung Meriah

Kayu itu ditawarkan dengan Rp 100 ribu. Namun apesnya, yang ditawari tersebut ternyata petugas Perhutani yang lagi nyamar. Benar saja, dia langsung diringkus dan dibawa ke polsek setempat.

Jasmin ditangkap di lorong Jalan Damaran, RT 6/RW 4, Kelurahan Jepon, Kecamatan Jepon, Blora. Dia membawa satu batang kayu bentuk persegi dengan ukuran panjang 400 cm x 10 cm x 8 cm dan volume 0.0320 m3. Kerugian Perhutani atau negara senilai Rp 142.912. Saat ini Jasmin masih meringkuk di sel tahanan Polres Blora.

Dia didakwa melanggar Pasal 12 Huruf (e) Jo Pasal 83 (1) b UU RI No 18 Tahun 2013. Pasal itu, tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. Jasmin melakukan ini, alasannya karena kepepet kebutuhan hidup. Hasil penjualan kayu itu untuk membeli beras.

Dia dinyatakan dengan sengaja mengangkut hasil hutan kayu yang tidak dilengkapi surat keterangan sahnya hasil hutan. Hakim menilai, terdakwa secara sah dan menyakinkan telah melakukan tindak pidana. Yaitu dengan sengaja megangkut, menguasai, atau memiliki hasil hutan yang tidak dilengkapi secara bersama-sama surat keeterangan sahnya hasil hutan. Melanggar Pasal 12 Huruf e Jo Pasal 83 Ayat (1) Huruf b UU RI Nomor 18 Tahun 2013.

Untuk itu, majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Jasmin dengan pidana penjara selama satu tahun dan denda senilai Rp 500 juta (bukan Rp 50 juta). Dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama satu bulan. Selanjutnya menetapkan masa penangkapan dan masa penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

Majelis hakim juga memerintahkan terdakwa tetap berada dalam tahanan. Juga memerintahkan barang bukti berupa satu batang kayu jati berbentuk pesagen dengan ukuran panjang 400 cm, lebar 10 cm, dan tebal 8 cm dengan kubikasi 0,0320 m3 dirampas untuk negara dalam hal ini Perhutani KPH Cepu. Selanjutnya, membebankan kepada terdakwa untuk membayar biaya perkara Rp 2.500.

Sugiyarto, kuasa hukum Jasmin mengaku, kliennya menerima putusan pengadilan. Tim advokat Ketua Blora Lawyers Club (BLC) juga datang ke lapas terkait hal itu. ”Pertimbangan putusan sudah terendah. Sesuai minimal batasan pemidanaan sesuai dengan UU,” ucapnya.

Diketahaui bersama, vonis tersebut lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Karyono. Yaitu satu tahun dua bulan penjara dan denda Rp 500 juta subsider selama satu bulan dikurangi masa kurungan yang sudah dijalani.

(ks/sub/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya