Minggu, 15 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Peringati Harganas, Pemkab Kudus Canangkan Kampung KB

17 Juli 2019, 11: 51: 10 WIB | editor : Ali Mustofa

HARGANAS: Bupati Kudus dengan didampingi Wakil Bupati Kudus, Ketua Tim Penggerak PKK Kudus, Sekretaris BKKBN Propinsi Jateng dan Kepala Dinsos P3AP2KB Kudus menabuh bedug sebagai simbol pencanangan Kampung KB di Desa Terangmas, Kecamatan Undaan kemarin.

HARGANAS: Bupati Kudus dengan didampingi Wakil Bupati Kudus, Ketua Tim Penggerak PKK Kudus, Sekretaris BKKBN Propinsi Jateng dan Kepala Dinsos P3AP2KB Kudus menabuh bedug sebagai simbol pencanangan Kampung KB di Desa Terangmas, Kecamatan Undaan kemarin. (DIYAH AYU FITRIYANI/RADAR KUDUS)

Share this      

UNDAAN – Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Kudus melakukan peringatan hari keluarga nasional (Harganas) ke-26 kemarin. Pada kesempatan ini, Pemkab Kudus juga melakukan pencanangan Kampung KB yang ke-21.

Kepala Dinsos P3AP2KB Kabupaten Kudus Ludful Hakim mengatakan, Desa Terangmas dicanangkan karena angka kelahiran di sini masih cukup tinggi. Selian Desa Terangmas, ada dua desa yang akan dicanangkan sebagai Kampung KB. Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati dan Desa Krandon, Kecamatan Kota.

”Sejak tahun 2017, sudah 21 desa yang kami canangkan sebagai Kampung KB. Kedepan kami targetkan ada 50 desa,” katanya.

Di Kecamatan Undaan sendiri sudah ada empat Desa Kutuk, Glagah Waru, Sambung dan Terangmas. Terkait progres program yang bertujuan untuk peningkatan kualitas keluarga ini di Kabupaten Kudus cukup baik. Saat ini angka total fertility rate (TFR) di Kudus 2,05. Angka ini lebih rendah dibanding angka di propinsi bahkan nasional. TFR Propinsi Jateng 2,3 dan nasional 2,5.

”Di Kudus, artinya dari seribu pasangan sehat subur rata-rata punya anak 2.05,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Kudus Muhammad Tamzil mengatakan, pelaksanaan Kampung KB di Kudus bukan hanya menjadi acara seremonial saja. Saat ini masyarakat sudah menyadari tentang manfaat KB. Dengan kondisi hidup yang semakin berat tentu punya anak lebih dari tidak hanya akan memperberat tanggungan.

”Dengan adanya Kampung KB pelayanan bisa dilakukan secara langsung. Jika sebelumnya masih ada yang takut, jadi berani,” imbuhnya.

Untuk memaksimalkan program ini, Tamzil mengimbau Dinsos P3AP2KB bersinergi lintas sektoral. Agar ke depan TFR bisa ditekan hingga angka 2. Dalam acara kemarin hadir pula Wakil Bupati Kudus Muhammad Hartopo, Ketua Tim Penggerak PKK Kudus Rina Budhy Ariani, Sekretaris BKKBN Provinsi Jawa Tengah Erna Sulistyawati.

Pada kesempatan itu juga dilakukan sosialisasi komunikasi informasi edukasi (kie) program Pelaksanaan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Juga penyerahan trofi dari ketua tim penggerak PKK kepada Bupati Kudus atas perolehan juara II dalam lomba pengelola BKB tingkat Provinsi Jawa Tengah 2019.

(ks/daf/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia