Minggu, 18 Aug 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Klaim Tak Ada Perploncoan, Ortu Diajak Orientasi Sekolah

16 Juli 2019, 15: 32: 48 WIB | editor : Ali Mustofa

SEMANGAT: Siswa baru jenjang SMP rela kepanasan saat mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) kemarin.

SEMANGAT: Siswa baru jenjang SMP rela kepanasan saat mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Hari pertama masuk sekolah di Kabupaten Rembang berjalan dengan lancar. Dinas Pendidikan setempat mengklaim seluruh jenjang pendidikan mulai SD, SMP dan SMA/SMK yang menjalankan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dipastikan tidak ada perpeloncoan atau menggunakan atribut yang memberatkan siswa baru.

Pelaksanaan MPLS digelar secara enjoy. Mereka cukup menggunakan baju sekolah lama dan tanda pengenal. Untuk materinya hampir seluruhnya sama. Karena sudah ditentukan panduan dari Kemendikbud terkait pelaksanaan MPLS.

Namun untuk SMA/SMK memiliki gaya masing-masing. Seperti di SMKN 2 Rembang sesuai rencana menghadirkan orang tua. Harapannya orang tua dihadirkan ikut mengetahui gambaran kelak anaknya usai lulus dari bangku sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Rembang, Mardi mengamini hari Senin seluruh anak didik baru dikenalkan lingkungan masing-masing. Mulai dari sekolah maupun guru atau program yang dijalankan sekolah.

”Perpeloncoan sudah tidak berlaku. Beberapa tahun terakhir sudah tidak ada. Hanya masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS),” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Jadi tidak ada yang membawa pernak-pernik aneh. Apalagi sampai merepotkan anak didik baru ataupun orang tua. Pastinya mereka hanya mendapatkan materi yang akan diisi oleh guru dan dibantu anggota OSIS.

Sementara itu Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), SMA, Jufri mengaku kegiatan MPLS dipastikan tidak ada perpeloncoan. Selama masa pengenalalan yang terlibat hanya guru-guru, sehingga tidak ada murid. OSIS sifatnya hanya membantu ”Agar aman dan sesuai yang dituju mengenalkan sekolah sebagaimana mestinya. Tidak seperti dahulu ada ospek atau lainnya,” tegasnya.

Ditekankan sebelum mereka masuk orang tua dikumpulkan. Untuk memperkenalkan profi l sekolah secara luas. Kegiatan MPLS berlangsung tiga hari, Senin sampai Rabu (15-17/7). Jadi sementara pembelajaran belum ada.

Terkait kesiapan MPLS, khusus SMAN 1 Rembang di bawah kepemimpinannya anak-anak akan dikenalkan sarplas sekolah. Termasuk mengenalkan kurikulum, mapel yang akan di ikuti maupun kebijakan yang diterapkan sekolah. Misalnya kedisiplinan.

”Setelah tiga hari mereka masuk normal. Saya pastikan tidak ada yang membawa pernak-pernik aneh atu menyulitkan,” yakinnya.

Senada diutarakan Ketua MKKS SMK, Kabupaten Rembang, Gatot Raharjo menyampaikan materi MPLS sudah ditentukan Kemendikbud. Ketentuan hanya anak diminta berpakaian rapi (seragam OSIS SMP), termasuk potongan rambut dan gunakan ID Card. ”Khusus kegiatan di SMKN 2 Rembang yang kebetulan saya pegang, usai pembukaan kami mengundang orang tua,” jelasnya.

Orang tua dihadirkan dalam rangka memberikan motivasi. Harapannya orang tua akan mengerti terkait wawasan ke depan anaknya usai lulus SMK. Termasuk mendukung anak selama mengenyam bangku pendidikan.

”Kegiatan MPLS dibuat seenjoy mungkin. Supaya anak dapat mengenal lingkungan maupun program yang dijalankan sekolah,” katanya.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia