Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Sportainment

Kuasai Jalannya pertandingan, Persipa Justru Tumbang 0-1 dari Persip

16 Juli 2019, 09: 53: 26 WIB | editor : Ali Mustofa

DUEL UDARA: Pemain Persipa Pati dan Persip Pekalongan berebut bola di udara pada laga perdana grup 2 Liga 3 Zona Jawa Tengah kemarin di Stadion Joyokusumo.

DUEL UDARA: Pemain Persipa Pati dan Persip Pekalongan berebut bola di udara pada laga perdana grup 2 Liga 3 Zona Jawa Tengah kemarin di Stadion Joyokusumo. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Menguasai jalannya pertandingan, Persipa tidak mampu meraih poin penuh di kandangnya Minggu (14/7) sore kemarin dalam laga perdana Liga 3 Zona Jawa Tengah. Melawan Persip Pekalongan, Laskar Saridin tumbang dengan skor tipis 1 – 0.

Gol tim tamu dipersembahkan oleh pemain tengah bernomor punggung 19, Nastain Huda. Yang memanfaatkan bola muntah di depan kotak penalti. Gol tercipta pada menit ke-21.

Ketinggalan satu gol, membuat Muhamad Ihsan Ramadhani dkk makin meningkatkan serangan. Berkali-kali mereka mengurung pertahanan Persip Pekalongan. Namun sayang, tak ada gol lagi yang tercipta, hingga peluit tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan. Persipa memulai kompetisi dengan kekalahan di kandang sendiri.

Baik pemain, terutama suporter Persipa yang memadati tribun stadion nampak kecewa dengan hasil negatif tersebut. Apalagi target naik kasta menjadi harga mati di musim 2019 ini.

Pelatih Persipa Gatot Barnowo mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Gatot menyebut para pemainnya bertanding di bawah performa seperti biasanya. Terlepas dari kepemimpinan wasit yang menurutnya cukup kontroversial.

 ”Para pemain seperti bermain di bawah tekanan. Mereka tidak lepas. Mental bermainnya buruk di pertandingan awal ini. Saya tidak melihat permainan yang biasa mereka peragakan di saat masa persiapan kemarin,” jelas Gatot.

Gatot, sebagai pelatih mengaku bertanggung jawab atas hasil yang diraih anak asuhnya tersebut. Menyongsong pertandingan kedepan, Gatot akan berfokus membenahi mental bermain anak asuhnya tersebut.

”Persip tidak ada istimewanya. Gol mereka juga berbau keberuntungan. Tadi di lini belakang ada salah kordinasi. Komunikasi anak-anak buruk pada pertandingan ini. kordinasi kurang. Saya tidak dengar mereka saling berteriak. Sangat beda jauh permainan anak-anak pada pertandingan kali ini,” terang Gatot.

Pelatih Persip Lukas Torona Tumbuan mengaku bersyukur atas hasil positif yang didapat timnya di pertandingan perdana ini. ”Tim ini persiapannya baru dua pekan. Di babak pertama masih keteteran pemain kami. Hasil positif ini saya rasa buah dari semangat juang para pemain di lapangan. Ini adalah hadiah terbaik,” jelasnya.

(ks/aua/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia