Minggu, 18 Aug 2019
radarkudus
icon featured
Ekonomi

BLK Kudus Bekali Wirausaha Baru dengan Manajemen Bisnis

12 Juli 2019, 14: 42: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

PENDAMPINGAN: BLK Kudus memberikan pelatihan kewirausahaan di RM Bambu Wulung. 

PENDAMPINGAN: BLK Kudus memberikan pelatihan kewirausahaan di RM Bambu Wulung.  (UPTD BLK FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS - Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Latihan Kerja (UPTD BLK) pada Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disnaker Perinkop UKM) Kabupaten Kudus melaksanakan salah satu program unggulan Bupati Kudus HM Tamzil dengan menggelar pelatihan dan pendampingan bagi wirausaha. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan wirausaha dalam menghadapi persaingan usaha. 

Sebanyak 450 peserta mengikuti pelatihan manajemen bisnis dan terbagi ke dalam lima tahap. Tahap pertama diikuti 50 peserta pada tanggal 25 hingga 29 Juni lalu. Sedangkan tahap kedua yang berlangsung pada 1 hingga 5 Juli kemarin, diikuti 100 peserta. Setelah itu, pada 8 sampai 12 Juli, pelatihan tahap keempat digelar dengan melibatkan 100 peserta.

Untuk tahap keempat, akan dilaksanakan pada 15 dampai 19 Juli 2019 dan tahap kelima pada 22 hinggga 26 Juli 2019. Dua tahap terakhir ini masing-masing diikuti 100 peserta. Pelatihan tersebut dilaksanakan di dua lokasi yaitu RM Ulam Sari dan Bambu Wulung Resto dengan durasi lima hari pada masing masing tahap.

(UPTD BLK FOR RADAR KUDUS)

Kepala Disnaker Perinkop UKM Kudus Bambang Tri Waluyo menjelaskan, pelatihan ini merupakan bentuk kepedulian Pemkab Kudus dalam upaya pengembangan wirausaha baru. Pemkab melihat, selama ini banyak para pebisnis pemula kurang dibekali dengan pengetahuan manajemen pengelolaan usaha yang baik.

Padahal kemajuan sebuah usaha juga harus didukung dengan majemen dan pengelolaan usaha yang baik. Melihat ketatnya persaingan dunia bisnis, UPTD BLK mengemban tugas untuk meningkatkan kemandirian warganya. ”Kami berharap, kegiatan seperti ini mampu mendorong perekonomian masyarakat Kudus melalui pengembangan usaha dan bisa merambah ke pengembangan industri kreatif,” kata Bambang.

Sementara itu Kepala UPTD BLK Anggun Nugrogo menambahkan, materi yang disampaikan pada pelatihan ini antara lain  studi proses produksi, menghitung biaya investasi, melakukan analisis harga pulang pokok, dan pengurusan perijinan usaha industri. Selain itu, peserta juga dibimbing membuat uraian kerja untuk setiap personel,membuat prosedur kerja untuk setiap tugas, dan menyusun rencana produksi.

Materi lain yang tidak kalah penting yakni melakukan promosi produk, melakukan pemasaran produk, menjalin hubungan dengan pelanggan, dan melakukan  pembukuan keuangan untuk setiap transaksi.

Salah satu peserta pelatihan Khoirul Musyafak warga Loram Wetan mengungkapkan, banyak sekali manfaat yang didapatkan selama mengikuti kegiatan ini. Dia sekarang bisa lebih paham pentingnya manajemen bisnis saat menjalankan usaha. ”Hal yang baru bagi saya. Selama ini saya menjalankan usaha saya secara konvensional dan sak mlakune. Sekarang saya jadi termotivasi untuk mengembangkan usaha,” tuturnya. (lia)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia