Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Pembaruan Pipa PDAM Bisa Produksi Air Dua Kali Lipat

11 Juli 2019, 16: 15: 58 WIB | editor : Ali Mustofa

CEK PIPA: Direktur PDAM Rembang, M. Affan (kenakan helm) didampingi petugas melakukan peninjauan IPA Gunungsari, Kaliori.

CEK PIPA: Direktur PDAM Rembang, M. Affan (kenakan helm) didampingi petugas melakukan peninjauan IPA Gunungsari, Kaliori. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Rembang  tahun ini mengusulkan bantuan pembaharuan Instalasi Pengolahan Air (IPA). Titiknya di Gunungsari, Kaliori. Jika usulan tersebut disetujui pasokan air akan mengalami peningkatan produksi 2,5 kali lipat.

Direktur PDAM Rembang, M. Affan menuturkan, usulan pembaharuan IPA sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Ini dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi IPA tanpa harus membuat pipa baru.

”Kami sudah ajukan proposal dari kementerian PU. Saat ini sudah disetujui dan beberapaka kali dilakukan survey,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Saat ini juga penyusunan Detail Engineering Design (DED) sudah dilakukan. Kalau tidak ada halangan tahun ini direalisasikan. Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya kecamatan Kaliori dan Rembang bagian barat.

Menurutnya, program pembaharuan sangat bermanfaat. Karena dengan upgrading IPA kapasitas air yang dikeluarkan dapat meningkat. Peningkatannya bisa sampai 2,5 kali. “Kalau saat ini 20 liter/detik otomatis dapat menjadi 50 liter/detik. Dengan demikian masyarakat di Kecamatan Kaliori dan Rembang kota barat dapat pasokan air lebih banyak,” ujarnya.

Dia menyebutkan, kualitas air di IPA Gunungsari, Kaliori ada sekitar 2.800 pelanggan. Kalau IPA dilakukan upgrading dapat menambah 2.000 pelanggan baru di jalur tersebut.

“Artinya PDAM Rembang dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Lagi-lagi bukan dengan tambahan kapasitas produksi. Namun peningkatan kapasitas pengolahan. Karena kapasitas air baku tetap. Jadi PDAM Rembang dapat meningkatkan jumlah pelanggan tanpa harus meningkatkan debit air baru,” imbuhnya. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia