Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Bakal Digelar Desember, Pilkades Pati Dianggar Rp 7,4 Miliar

11 Juli 2019, 16: 08: 17 WIB | editor : Ali Mustofa

Bakal Digelar Desember, Pilkades Pati Dianggar Rp 7,4 Miliar

PATI – Pilkades serentak gelombang III bakal diselenggarakan Desember 2019 ini. Ada 122 desa yang mengikuti pesta demokrasi pemilihan kepala desa. Pemkab kini mulai mempersiapkan pelaksanaannya. Salah satunya memberikan informasi kepada desa penyelenggara pilkades dan memetakan daerah rawan.

Kabag Tata Pemerintahan Setda Pati Teguh Widyatmoko menjelaskan, persiapannya sudah dilaksanakan. Namun tahapannya nanti mendekati pelaksanaan. Pihaknya telah menginformasikan kepada desa penyelenggara untuk penganggaran pilkades dari anggaran APBDes dimasukkan pada APBDes 2019.

“Selain itu persiapannya terkait pemetaan daerah rawan nantinya berkoordinasi dengan semua kecamatan desa mana yang dinilai rawan. Misalnya di Juwana paling banyak desa yang mengikuti pilkades ada 21 desa. Namun personilnya minim. Mungkin nanti penguatan personil TNI/Polri,” jelasnya.

Daerah rawan pilkades juga dapat dilihat dari kondisi sosial di desa tersebut. Pemkab juga menekankan kepada desa pada saat sosialisasi supaya panitia pilkades lebih tertib administrasi. Semua tahapan harus ada berita acaranya. Mulai awal hingga selesai, setiap tahapan harus ada berita acaranya.

“Ini berkaca pada pilkades tahun lalu ada desa yang kurang tertib administasi bisa rawan gugatan. Beruntung pada pilkades 2018 tidak ada gugatan meskipun di awal pascapemilihan ada yang tidak terima,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus, Senin (8/7) kemarin.

Teguh menambahkan, pilkades 2019 ini dianggarkan dari APBD Pati sebesar Rp 7,4 miliar. Satu jiwa anggarannya Rp 15 ribu. Namun setiap desa tidak sama tergantung dengan jumlah penduduknya. Semakin banyak jumlah penduduknya, maka anggaran semakin besar. Selain APBD, anggaran pilkades juga dari APBDes yang ditetapkan desa. “Secara garis besar aturannya sama dengan pilkades sebelumnya,” lanjutnya.

Menurutnya, 122 desa yang mengikuti pilkades itu jumlahnya berbeda-beda. Kecamatan Sukolilo ada empat desa, Tambakromo ada lima desa, Puncakwangi ada enam desa, Jaken empat desa, Juwana terbanyak ada 21 desa yang mengikuti pilkades, Jakenan ada 10 desa, Kota ada tiga desa, Gabus ada enam, Margorejo ada dua desa, Tlogowungu ada satu desa saja, dan Wedarijaksa ada lima desa.

“Kemudian Kecamatan Tayu ada delapan desa yang mengikuti, Dukuhseti ada enam desa, Trangkil ada enam desa, Kayen hanya ada satu desa, Winong ada 11 desa, Batangan ada empat desa, Gembong yang ikut pilkades ada lima desa, dan Gunugnwungkal ada tujuh desa yang ikut pilkades,” paparnya.

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia