Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

SMP Negeri 5 Pati Sabet Penghargaan Wajah Bahasa Sekolah

11 Juli 2019, 15: 47: 03 WIB | editor : Ali Mustofa

PRESTASI: Kepala SMPN 5 Pati Sofia Bardina saat menerima penghargaan wajah bahasa sekolah Jawa Tengah 2019   

PRESTASI: Kepala SMPN 5 Pati Sofia Bardina saat menerima penghargaan wajah bahasa sekolah Jawa Tengah 2019    (DOKUMEN SMPN 5 PATI)

Share this      

PATI – SMP Negeri 5 Pati berhasil menyabet penghargaan “Wajah Bahasa Sekolah” tingkat Jawa Tengah baru-baru ini. Penghargaan itu diraih atas aksinya menjadi pelopor penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik.

Sebelumnya, SMP Negeri 5 Pati terlebih dulu masuk 5 besar Jawa Tengah. Meliputi SMP Negeri 7 Cilacap, SMP Negeri 1 Tulung Klaten, SMP Negeri 1 Tawangsari Sukoharjo, dan SMP Negeri 1 Prambanan Klaten.

”Lima besar masing-masing provinsi itu dikirim ke tingkat nasional. Dipilih 15 besar untuk diseleksi. Dari lima besar di Jawa Tengah. SMP Negeri 5 Pati dan SMP Negeri 7 Cilacap yang terpilih untuk maju ke tingkat nasional. Sudah diverifikasi pada akhir bulan lalu. Kemarin, kami menerima penghargaannya di Balai Bahasa Jawa Tengah,” terang Sofia Bardina, Kepala SMP Negeri 5 Pati kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Untuk menjadikan sekolah mengutamakan penggunaan Bahasa Indonesia, kata Sofia, pihaknya melibatkan banyak pihak. Seluruh warga sekolah terlibat langsung. Seperti untuk mengecek kebakuan bahasa yang dipakai di kelas dan juga di lingkungan sekolah pada umumnya.

”Dan bila dalam penggunaan bahasa ada kesalahan atau masing memakai bahasa asing, langsung direvisi. Itu diterapkan kepada semua warga sekolah. Kami ingin mengenalkan kepada warga sekolah untuk berbahasa Indonesia. Karena menggunakan bahasa Indonesia itu keren,” terang Sofia.

Untuk mengikuti lomba tersebut,lanjut Sofia, pihaknya terlebih dahulu mengirimkan beberapa foto dan video tulisan di ruang publik yang menggunakan baha Indonesia. Baru kemudian tim juri melakukan verifikasi langsung di sekolah. ”Alhamdulillah bisa masuk nasional. Semoga beruntung bisa menang. Biar tambah keren,” paparnya.

Bagi Sofia, mengikuti lomba penggunaan bahasa Indonesia ini tidak semata persoalan lomba. Banyak manfaat yang didapat. Misalnya bahasa yang dipikir benar, ternyata masih ada yang kurang benar. ”Selain itu penggunaan bahasa Indonesia ini juga untuk memupuk sekaligus membangun kebanggan warga sekolah untuk menggunakan bahasa resmi negara ini,” jelas Sofi.

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia