Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Inspirasi

Dapat Medali Perak dari Baca Quran

11 Juli 2019, 11: 43: 46 WIB | editor : Ali Mustofa

Nudya Anjanita Saputri Ansori

Nudya Anjanita Saputri Ansori (DOK. PRIBADI)

Share this      

PERNAH aktif di ekstrakurikuler membuat Nudya Anjanita Saputri Ansori mampu beradaptasi lebih cepat saat harus mengikuti BEM (badan eksekutif mahasiswa). Ya, mahasiswa semester 4 program studi Pendidikan Bahasa Inggris itu  kini berposisi sebagai humas di organisasinya sekarang. Finalis Mas Mbak Rembang pada 2018 itu mengaku berorganisasi membuatnya menjadi pribadi yang lebih supel.

Kala masih duduk di bangku Madrasah Aliyah, Nudya aktif di ekstrakurikuler paduan suara. Hal itu jugalah yang membuat memiliki modal yang barangkali lebih baik dibandingkan mahasiswa lain. Selain itu, dia juga berpengalaman hidup ala santri. Tepatnya saat menjadi santri di sebuah pesantren di Desa Guyangan, Trangkil, Pati, sembari menjalani studinya di MA.

”Sebenarnya pas SD sampai SMP ikut lomba tilawatil Quran dan alhamdulillah sampai nasional pernah dapat perak,” aku gadis kelahiran Rembang, 28 Agustus 1998 itu.

Namun, saat MA dia kalah bersaing dengan rekan-rekannya sehingga hanya mengikuti ekstra paduan suara saja. Di tempatnya menuntut ilmu sekarang, Nudya mengaku sering mencover lagu untuk mengisi waktu luang. ”Sering cover lagu-lagu biasa untuk ngisi waktu luang,” terang gadis yang beralamat di Bonang, Lasem, Rembang itu.

(ks/ful/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia