Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Libatkan 1.500 Penenun di Troso Festival Bakal Torehkan Rekor MURI

11 Juli 2019, 10: 22: 35 WIB | editor : Ali Mustofa

LESTARIKAN BUDAYA: Troso Festival berlangsung meriah tahun kemarin. Festival ini jadi even rutin di desa itu.

LESTARIKAN BUDAYA: Troso Festival berlangsung meriah tahun kemarin. Festival ini jadi even rutin di desa itu. (FEMY NOVIYANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

PECANGAAN - Troso Festival kembali digelar tahun ini. Tak tanggung-tanggung, Troso Festival 2019 dihelat lebih meriah selama tiga hari penuh. Berbagai kegiatan dijadwalkan, salah satunya pemecahan rekor MURI peragaan menenun dengan penenun terbanyak.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Troso, Nastain mengatakan, gelaran Troso Festival 2019 akan berlangsung selama tiga hari. Yakni mulai Jumat hingga Minggu mendatang (12-14/7).

Nastain melanjutkan, selama tiga hari itu berbagai kegiatan telah dijadwalkan. Dia menyatakan, pada Jumat (12/7) kegiatan diawali dengan senam PKK dilanjutkan jalan sehat sekaligus opening Troso Festival 2019.

Setelahnya ada khataman Alquran oleh para huffadz di makam pendiri tenun Troso hingga ziarah kubur dan doa bersama. Pada hari tersebut juga dijadwalkan donor darah dan cek kesehatan oleh PMI Jepara dan tim medis.

Nastain menyampaikan pada hari kedua Sabtu (13/7), ada pencatatan Rekor MURI hingga kirab Tenun Troso. ”Untuk pencatatan rekor MURI nya itu Peragaan Menenun oleh Penenun Terbanyak 1500 Orang,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Kegiatan itu menjadi salah satu agenda yang istimewa. Sebelumnya, rekor MURI juga ditorehkan dengan menenun kain sepanjang 217,4 meter tanpa sambungan dengan 20 motif.
Tak hanya agenda itu, pada hari kedua juga ada lomba mewarni gambar tingkat PAUD/TK, lomba menggambar tingkat MI/SD, fashion show tingkat PAUD/TK, SD/MI serta SMP/MTs. ”Malamnya juga ada pentas seni dan budaya,” terangnya.

Pada hari terakhir Minggu (14/7) dia mengatakan, masih ada berbagai acara menarik. Mulai dari pentas seni dan budaya ormas, pentas thongtek, fashion show umum hingga pemilihan Mas dan Mbak Tenun Troso.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, dia menyatakan, diharapkan Tenun Troso lebih mendunia. ”Kami ingin Tenun Troso lebih dikenal dunia. Kami sudah beberapa kali menggelar Troso Festival dan hasil dari festival-festival sebelumnya sudah mulai terasa,” imbuhnya.

(ks/emy/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia