Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Aktor Utama Pembacokan di Guyangan Ditangkap, Tujuh Lainnya Buron

11 Juli 2019, 10: 01: 58 WIB | editor : Ali Mustofa

DIAMANKAN: Polres Pati mengamankan pelaku penganiayaan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia di Trangkil dan Dukuhseti beberapa waktu lalu.

DIAMANKAN: Polres Pati mengamankan pelaku penganiayaan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia di Trangkil dan Dukuhseti beberapa waktu lalu. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Aktor utama pembacokan di Desa Guyangan, Trangkil, Pati, Muhammad Rio, pada malam takbiran lebaran berhasil diamankan Polres Pati Selasa (9/7) malam. Pemuda berusia 19 tahun itu terancam hukuman penjara minimal 5 tahun. Sementara itu tujuh tersangka lainnya masih buron.

Dalam keterangannya saat gelar perkara kemarin, ia bersama dengan temannya Rabu (5/6) dini hari pukul 01.30 melintas di pertigaan Desa Guyangan, Trangkil. Di pertigaan itu juga ada sekelompok warga setempat yang berkumpul. Saat lewat ia menyalakan klakson dan mengacungkan jarinya.

Sekelompok warga yang tengah berkumpul dan mabuk itu merasa ditantang. Rio dan temannya turun dari motor. Rio dipukul di leher oleh gerombolan orang di lokasi itu. Ia tak melawan. Dia berhasil melepaskan sekapan warga Guyangan. Ia lari kembali lagi ke desanya menggunakan sepeda motornya. Rasa tersinggung, ia kemudian kembali lagi ke Guyangan bersama dengan rombongan teman-temannya. Rio saat itu membawa pisau belati yang masih baru.

“Saya kembali ke desa saya. Kemudian mengambil pisau dan kembali lagi ke Guyangan. Teman-teman saya ikut. Jumlahnya sekitar 10 orang. Di TKP, saya langsung menusuk warga. Saya tidak melihat orang yang saya tusuk. Teman-teman saya juga ikut menyerang menggunakan sajam. Setelah itu kembali ke rumah dan pergi,” ungkapnya.

Pascakejadian itu, pemuda yang berprofesi sebagai nelayan itu sempat kabur ke beberapa daerah. Mulai dari Jepara, Kudus, dan beberapa rumah temannya. Sebulan lebih lari, dia akhirnya diamankan personel Satreskrim Polres Pati di jalan Juwana. Rio mengaku hanya kalap dan menyesal atas perbuatannya itu.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto mengatakan sebelumnya menangkap dua tersangka lainnya Mikwan dan Ariyanto. Penangkapan tersangka ketiga, Rio merupakan rasa syukurnya. Karena merupakan aktor utama di balik peristiwa nahas yang menyita perhatian semua masyarakat pada malam takbiran.

“Rio aktor utama kejadian perkara pengeroyokan bersama-sama. Sehingga menyebabkan korban Aklis meninggal dunia karena luka bacok menggunakan pisau yang dilakukan Rio. Kami menangkapnya di Juwana di tengah pelarian tersangka yang kabur dari satu rumah temannya ke rumah temannya yang lain,” kata Jon wesly.

Ia mengaku jumlah tersangka sepuluh orang. Mereka diancam dengan Pasal 170 KUH Pidana hingga menyebabkan orang meninggal. Tiga sudah diamankan, tujuh lainnya masih DPO. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat kurungan penjara minimal 5 tahun.

Selain menangkap tersangka penganiayaan di Guyangan, Trangkil, pada ungkap kasus yang digelar di Polres Pati kemarin, pihaknya juga mengamankan Teguh, 35. Tersangka penganiayaan hingga meninggal dunia terhadap Rofii, 42. Korban meninggal itu sebelumnya diduga mencuri ayam miliknya di Desa Ngagel, Dukuhseti pada 12 Jauari lalu.

“Tersangka Teguh juga kami amankan Selasa (9/7) di rumahnya setelah kabur beberapa bulan di Tangerang. Kami sempat menembak kakinya karena berusaha kabur dari cengkraman petugas. Tersangka sakit hati kepada korban karena sudah dua kali mencuri ayamnya. Sehingga saat korban hendak mencuri, tersangka menghakimi korban bersama warga lain hingga mengakibatkan korban meninggal,” tuturnya.

Jon Wesly berharap kasus itu sebagai pembelajaran supaya tidak melakukan main hakim sendiri. Jika terjadi sesuatu segera laporkan ke penegak hukum akan segera diproses. Bukan maih hakim sendiri hingga korban meninggal dunia. Menurutnya, selain Teguh ada sembilan warga lain yang masih buron ikut menganiaya korban hingga meninggal.

(ks/put/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia