Minggu, 17 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Features
Siti Masiroh, Balita dari Keluarga Tak Mampu

Belum Tersentuh Medis karena Tak Punya KIS

11 Juli 2019, 09: 37: 11 WIB | editor : Ali Mustofa

BUTUH ULURAN TANGAN: Siti Masiroh, balita berusia enam bulan dengan kepala membesar ditemani ibunya.

BUTUH ULURAN TANGAN: Siti Masiroh, balita berusia enam bulan dengan kepala membesar ditemani ibunya. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

Akibat keterbatasan ekonomi, Siti Masiroh harus dirawat seadanya. Tanpa perawatan dokter dan tim medis. Di usianya yang baru enam bulan, kepalanya membesar. Namun, jenis penyakitnya belum diketahui.

SUBEKAN, Blora

MALANG benar nasib Siti Masiroh, balita yang baru enam bulan ini. Dia tergolek lemah dengan kepala membesar. Kedua orang tuanya tak tau harus berbuat apa untuk mengobati penyakit anaknya. Kendala ekonomi membuat mereka pasrah.

Anak ketiga dari tiga bersaudara ini, lahir dengan operasi sesar. Untuk biayanya orang tuanya juga harus jual rumah. Apalagi saat ini orang tuanya juga masih mempunyai anak yang masih berusia tiga tahun. Sedangkan anak pertamanya sudah menikah.

Darsi, orang tua Siti Masiroh mengaku, kepala buah hatinya mulai membesar saat usianya satu bulan. Dia memang sempat disarankan bidan desa untuk berobat ke dokter anak. Namun karena keterbatasan biaya, ia enggan memenuhi saran tersebut. ”Saya tidak ada biaya. Mau pakai apa? Siapa yang bakal menanggung biayanya?” ucapnya.

Warga RT 4/RW 1, Dusun Wotrangkul, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Blora, ini juga belum mengetahui penyakit apa yang diderita buah hatinya tersebut. Sebab, belum ada keterangan medis dan belum pernah diperiksakan di rumah sakit.

Sang suami, Suparno,54, hanya bekerja sebagai penjual jajanan keliling. Tak mampu membiayai pengobatan anaknya. ”Untuk makan saja susah, Mas. Pendapatan tiap hari habis untuk makan dan kebutuhan sehari-hari,” katanya dengan wajah menunduk.

Dia mengaku, pemerintah desa memang sempat mencoba membantu membuatkan BPJS. Namun, pihak keluarga merasa ragu dengan pembayaran bulanan BPJS. ”Bayarnya dari mana? Kami tidak punya uang,” ucapnya.

Selain itu, dia juga tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah. Sebab, belum masuk ke basis data terpadu (BDT) keluarga tak mampu. ”Tidak dapat (bantuan dari pemerintah), Mas. Makan ya dari hasil jualan suami,” imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Banjarejo Ali Husni mengungkapkan, keluarga ini memang belum masuk BDT. Pihaknya berjanji akan mengupayakan untuk memasukkan keluarga ini, supaya mendapatkan.

”Betul, keluarga ini belum masuk daftar KPM (keluarga penerima manfaat) program sosial. Nanti kita masukkan ke BDT,” katanya.

Hal senada diungkapkan perwakilan Dinas Sosial, Perlindungan Perempuan, dan Anak (Dinsos P3A) Blora Dwi Cahyono. Pihaknya berjanji akan membantu pembuatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk Siti Masiroh. ”Kami sudah minta data-datanya. Termasuk surat keterangan dari desa. Besok akan langsung saya bawa ke Dinas Kesehatan,” ucapnya. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia