Minggu, 17 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Ekstrakurikuler Membangkitkan Jiwa Wirausaha

11 Juli 2019, 09: 28: 16 WIB | editor : Ali Mustofa

Vijayantimala, S.Pd, Guru SMAN 2 BAE

Vijayantimala, S.Pd, Guru SMAN 2 BAE (dok pribadi)

Share this      

DI era sekarang ini siswa lulusan SMP lebih banyak memilih melanjutkan sekolah ke SMK dengan alasan setelah lulus dari SMK mereka bisa langsung memperoleh pekerjaan sesuai dengan keahlian yang dimilikinya. Di samping itu sebagian SMK telah bekerja sama dengan berbagai perusahaan. Sehingga lulusan SMK banyak terserap bekerja di perusahaan. Dengan realita seperti ini masyarakat yang ekonominya kurang baik mereka akan menyekolahkan anaknya ke SMK daripada ke SMA meskipun tidak semua lulusan SMK bisa langsung memperoleh pekerjaan seperti yang diinginkan. Akan tetapi bagi mereka yang kemampuannya biasa-biasa saja juga tidak dengan mudah dapat memeroleh pekerjaan di perusahaan. Dengan fenomena seperti ini akan berimbas pada penurunan penerimaan peserta didik baru khususnya bagi sekolah SMA. Terutama sangat dirasakan oleh sekolah-sekolah SMA swasta yang kurang favorit dan sekolah pinggiran yang akhirnya tidak memperoleh murid.

Oleh karena itu, merupakan tantangan tersendiri bagi SMA untuk bisa bersaing dengan SMK, supaya sekolah SMA tetap bisa Exis dan diminati masyarakat, karena juga berperan untuk membantu pemerintah dalam menyelenggarakan pendidikan. Di samping itu, tidak semua lulusan SMA bisa melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Tetapi ada sebagian lulusan SMA yang langsung ingin bekerja karena faktor ekonomi. Dengan demikian lulusan SMA di samping dipersiapkan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, juga harus dibekali keterampilan-keterampilan yang berkaitan dengan bekal kewirausahaan dalam bentuk ekstrakurikuler yang nantinya sebagai bekal mereka terjun ke masyarakat.

Ektrakurikuler adalah kegiatan di luar mata pelajaran untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan tenaga kependidikan. Adapun ekstrakurikuler meliputi bidang yang berkaitan dengan seni, olah raga, ada juga yang berkaitan dengan keahlian atau kewirausahaan. Misalnya, tata rias kecantikan, tata boga, tata busana, otomotif, montir, setir mobil, komputer, akuntansi, menghias baki lamaran, anyaman, ukiran membuat tas, bordir, dan lain-lain. Sehingga dengan bekal salah satu Ekstrakurikuler tersebut dikuasai oleh peserta didik, maka apabila siswa tersebut tidak melanjutkan ke perguruan tinggi akan bisa bekerja di perusahaan atau berwirausaha.

Wirausaha merupakan jiwa pemberani yang mau mengambil risiko di berbagai kesempatan. Wirausaha adalah seseorang yang berani melakukan sesuatu tindakan tertentu dan siap dengan segala risikonya dalam mencapai tujuan. Wirausaha memiliki peranan dalam perekonomian Indonesia. Pertama, dapat membuka lapangan pekerjaan. Dengan membuka lapangan pekerjaan sendiri, seseorang bisa mandiri tidak tergantung kepada siapapun dan tidak perlu melamar pekerjaan kesana kemari untuk memperoleh pekerjaan di perusahaan. Justru dengan bisa membuka lapangan pekerjaan sendiri dapat membantu orang lain untuk mendapatkan pekerjaan. Kedua, dapat meningkatkan pendapatan nasional. Mengapa demikian, dengan berwirausaha seseorang akan menambah pendapatan nasional dengan cara membayar pajak kepada pemerintah. Ketiga, mengurangi kesenjangan ekonomi dan sosial. Semakin banyak lapangan pekerjaan yang tersedia maka jarak kesenjangan antara masyarakat semakin sempit, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Untuk bisa menjadi seorang wirausaha yang berhasil tentunya banyak hal-hal yang harus diperhatikan. Antara lain seorang wirausaha harus bisa melihat dan menciptakan peluang usaha, pantang menyerah, disiplin, berani mengambil risiko, kreatif, mampu mengelola keuangan.

Dengan demikian, baik lulusan SMK atau SMA, mereka harus mampu berjiwa wirausaha yang dapat membuka dan menciptakan lapangan kerja sendiri. Mereka tidak menganggur dan menggantungkan nasibnya di perusahaan dengan bekal ekstrakurikuler yang diselenggarakan oleh sekolah. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia