Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Warga Tiga Desa Gelar Doa Bersama Inginkan Kandang Ayam Ditutup Total

10 Juli 2019, 15: 09: 48 WIB | editor : Ali Mustofa

TOLAK: Ratusan warga menggelar doa bersama sebagai wujud penolakan berdirinya kandang ayam di Desa Somosari, Batealit belum lama ini.

TOLAK: Ratusan warga menggelar doa bersama sebagai wujud penolakan berdirinya kandang ayam di Desa Somosari, Batealit belum lama ini. (YAYAN FOR RADAR KUDUS)

Share this      

BATEALITRatusan warga dari tiga desa berkumpul di sekitar kandang ayam yang sebelumnya diprotes belum lama ini. Warga menggelar istighotsah dan doa bersama. Mereka menginginkan kandang ayam yang tak jauh dari pemukiman itu ditutup total.

Salah satu warga sekitar, Nuril mengatakan doa bersama tersebut sebagai wujud keprihatinan warga. Meski jelas tak memiliki izin, kandang tetap berdiri. Meskipun diketahui beberapa hari terkahir, kandang tak beroperasi.

Namun ada kekhawatiran warga dengan masih utuhnya bangunan kandang di lokasi perbatasan tiga desa itu. Warga yang terdampak bau tidak sedap dari kandang ayam meliputi warga Desa Somosari, Mindahan, dan Raguklampitan.

“Kalau memang izinnya tidak beres ya  ditutup total. Tidak hanya isinya dihilangkan. Iya kalau nanti beroperasi lagi. Kan kami tidak tahu seandainya pemilik urus perizinan. Tapi jika izin tetap diurus, warga tetap sepakat menolak. Maka izin tidak bisa keluar,” katanya.

Warga terlihat duduk di sepanjang jalan di depan kandang ayam tersebut. Beralas tikar seadanya, mereka memulai istighotsah. Beberapa spanduk bertulisakna penolakan adanya kandang ayam juga dibentangkan di area kandang.

Sebelumnya, usaha ternak ayam tak berizin Desa Somosari, Batealit didatangi Satpol PP Jepara. Hal  ini menindaklanjuti surat  teguran yang dilayangkan pada 25 Juni lalu. Hasilnya, ternak ayam ini mulai tak beroperasi.

Beberapa pekerja membersihkan kotoran ayam di area kandang. Sedangkan ayam yang sempat dipelihara di sana sudah tidak ada. Pemantauan ini terus dilakukan hingga usaha ternak tersebut tak lagi beroperasi. Hal ini mengacu pada teguran yang dilayangkan. Peternakan tidak boleh beroperasi sebelum semua perizinan beres.

Satpol PP Jepara, Istono melalui Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Jepara, Abdul Muid mengatakan, sesuai aduan warga, pihaknya telah memberikan peringatan berasarkan aturan yang berlaku. Pemberian waktu juga sudah mempertimbangkan pemilik usaha untuk menyelesaikan penutupan ternak sebelum izin beres. “Hasil tinjauan di lapangan, sementara ternak mulai tak lagi beroperasi. Namun masih kami pantau,” ujarnya.

(ks/war/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia