Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Bobol Konter HP, Dua Siswa SMP Ini Diamankan Polisi

10 Juli 2019, 14: 12: 11 WIB | editor : Ali Mustofa

MINTA KETERANGAN: Kapolsek Kradenan AKP Wakijo meminta keterangan dua tersangka pencurian yang masih berusia di bawah umur di mapolsek setempat kemarin.

MINTA KETERANGAN: Kapolsek Kradenan AKP Wakijo meminta keterangan dua tersangka pencurian yang masih berusia di bawah umur di mapolsek setempat kemarin. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN –  Dua anak yang masih di bawah umur, diamankan polisi karena terindikasi jadi pelaku pembobolan konter handphone di Kecamatan Kradenan. Kedua bocah yang diamankan berinisial DF dan RA dan saat ini masih duduk di bangku SMP dan MTs.

Kasus pembobolan konter itu diketahui oleh pemiliknya ketika hendak membuka tempat usahanya, Kamis (4/7) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat membuka konter, dia mendapati kondisi didalam berantakan.

Setelah dicek, ada beberapa barang yang hilang. Antara lain, lima unit cas dan baterai kamera merk Canon, 50 paket data dari berbagai operator, printer bluetooth, 15 unit flashdisk, dua unit powerbank, satu kamera merk Canon seri EOS 550D, dan satu lensa kit. Kemudian barang yang hilang lainnya meliputi belasan rokok dan uang tunai Rp 60 ribu. Atas kejadian itu, pemilik konter kemudian melapor ke Polsek Kradenan.

Kapolsek Kradenan AKP Wakijo mengungkapkan, setelah menerima laporan, pihaknya segera melakukan serangkaian penyelidikan dan meminta informasi dari beberapa pihak. Kasus pembobolan mulai ada titik terang setelah ada salah seorang yang menawarkan barang melalui media sosial. Setelah diteliti, jumlah dan barang yang ditawarkan identik dengan yang hilang di konter.

Kemudian petugas Mapolsek memancing tersangka bertemu untuk membeli barangnya. ”Sekitar pukul 11.00 WIB, tersangka muncul dan langsung kita amankan bersama barang buktinya. Termasuk satu buah linggis yang dipakai membobol konter,” kata kapolsek.

(ks/mun/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia