Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Curi Kayu Sebatang, Jasmin Divonis Setahun dan Denda Rp 50 Juta

10 Juli 2019, 10: 29: 37 WIB | editor : Ali Mustofa

DIBORGOL: Terdakwa Jasmin usai sidang di Pengadilan Negeri Blora kemarin.

DIBORGOL: Terdakwa Jasmin usai sidang di Pengadilan Negeri Blora kemarin. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA – Sidang terdakwa Jasmin, 53, warga RT 3/RW 1, Desa Singonegoro, Kecamatan Jiken, Blora, pencuri kayu yang merugikan negara Rp 142.912 kembali digelar di Pengadilan Negeri Blora kemarin. Sidang dipimpin oleh hakim Agustinus Asgari Mandala Dewa, Yunita, dan Endang Dewi Nugraheni.

Setelah membacakan pertimbangan-pertimbangan dari kedua belah pihak, majelis hakim akhirnya menjatuhkan vonis berat kepada Jasmin. Berupa pidana satu tahun penjara dikurangi masa tanahan dan denda Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan.

Vonis tersebut lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Karyono satu tahun dua bulan penjara dan denda Rp 500 juta subsider kurungan 14 hari. Hakim menilai, terdakwa secara sah dan menyakinkan telah melakukan tindak pidana. Yaitu dengan sengaja mengangkut, menguasai, atau memiliki hasil hutan yang tidak dilengkapi secara bersama-sama surat keterangan sahnya hasil hutan dan melanggar pasal 12 huruf e jo pasal 83 ayat (1) huruf b UU RI nomor 18 tahun 2013.

Selanjutnya, majelis hakim memerintahkan satu batang kayu jati berbentuk pesagen dengan ukuran panjang 400 cm, lebar 10 cm, dan tebal 8 cm dengan kubikasi 0,0320 meter kubik dirampas untuk negara. Selain itu, terdakwa juga dibebani membayar biaya perkara Rp 2.500.

Terkait putusan majelis hakim, Jasmin mengaku pikir-pikir dengan langkah hukum berikutnya. Dia juga tampak lesu mendengar vonis hakim tersebut. ”Tadi sampun (sudah) konsultasi dengan pengacara. Niki (ini) masih pikir-pikir,” terangnya sambil menuju ruang tunggu tahanan.

Diketahui bersama, Jumat (8/3) lalu sekitar pukul 06.30, Jasmin, 53, RT 3/RW 1, Desa Singonegoro, Kecamatan Jiken, Blora, ditangkap saat menawarkan sebatang kayu dengan cara dipikul. Kayu jati itu, ditawarkan Rp 100 ribu.

Dia menjual kayu dengan cara dipikul dan dijajakan dengan jalan kaki keliling desa. Namun apesnya, yang ditawari tersebut ternyata petugas Perhutani yang sedang nyamar. Benar saja, dia langsung diringkus dan dibawa ke Polsek Jepon.

Jasmin ditangkap di lorong jalan damaran, RT 6/RW 4, Kelurahan/Kecamatan Jepon, Blora. Dia membawa satu batang kayu bentuk persegi dengan ukuran panjang 400 cm, 10 cm, 8 cm dengan volume 0.0320 m3. Kerugian Perhutani atau negara dari kejadian ini Rp 142.912.

Dia didakwa melanggar pasal 12 huruf (e) jo pasal 83 (1) b UU RI No. 18 tahun 2013. Yakni tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

Jasmin melakukan ini dengan alasan kepepet kebutuhan hidup. Dia bermaksud, hasil penjualan kayu tersebut untuk membeli beras.

(ks/sub/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia