Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Hoax Perda Pembatasan Kantong Plastik Tersebar di Medsos, Ini Faktanya

10 Juli 2019, 10: 22: 34 WIB | editor : Ali Mustofa

PENGUMUMAN TAK TEPAT: Screenshoot Facebook yang tertulis perda pemberlakuan bebas kantong plastik ternyata hoax, karena aturan ini sebatas instruksi bupati Kudus.

PENGUMUMAN TAK TEPAT: Screenshoot Facebook yang tertulis perda pemberlakuan bebas kantong plastik ternyata hoax, karena aturan ini sebatas instruksi bupati Kudus. (SCREENSHOOT FACEBOOK)

Share this      

KUDUS – Belakangan media sosial beredar tulisan yang menyatakan adanya peraturan daerah (perda) tentang pemberlakuan bebas kantong plastik di Kudus. Tulisan itu, tersebar di grup Facebook.

Tampak di foto Facebook itu, ada tulisan dari print kertas hvs. Dalam kertas tersebut yang ditaruh di atas meja minimarket. Tertulis ”PERATURAN DAERAH PER TGL 18 JULI PEMERINTAH KAB. KUDUS MEMBERLAKUKAN BEBAS DARI KANTONG PLASTIK AGAR RAMAH LINGKUNGAN KONSUMEN BISA MEMBAWA TAS RAMAH LINGKUNGAN DARI RUMAH TERIMA KASIH”.

Tulisan ini diposting pada (8/7). Hingga sekitar pukul 18.00 kemarin, postingan ini mendapat respons 284 komentar dan 1,2 ribu likes.

Berbagai komentar dilontarkan oleh netizen. Ada yang menanggapi dengan guyonan seperti ”Pakai keranjang belanja aja kaya zaman dulu.” Ada juga yang setuju ”Alhamdulillah ada peraturan ini. Setuju banget.”

Setelah dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus, ternyata belum ada pemberlakuan peraturan tersebut. Tetapi instruksi Bupati yang menyatakan demikian. Kepala Satuan Polisi Pramong Praja (Satpol PP) Kudus Djati Sholehah mengatakan, belum ada perda yang dimaksud.

”Itu bukan perda. Mungkin yang dimaksud instruksi bupati. Ya benar memang ada instruksi bupati tersebut,” ujarnya kemarin.

Terkait tindak lanjut dari instruksi bupati tersebut, Djati menambahkan, instruksi tersebut ditujukan kepada semua organisasi perangkat daerah (OPD) di Kudus. Jadi, untuk sosialisasi merupakan tanggung jawab bersama.

Instruksi bupati yang dimaksud itu, instruksi bupati bernomor 660/02/2019 tentang pembatasan penggunaan sedotan plastik sekali pakai dan kantong plastik di Kabupaten Kudus. Instruksi ini, ditujukan kepada pemilik restoran, pemilik pusat perbelanjaan atau ritel modern, pelaku usaha dan penyedia sedotan atau kantong plastik, serta kepala desa se-Kabupaten Kudus.

”Jadi, karena bentuknya bukan perda atau perbub, ya tidak ada kewajiban penegakan. Meskipun kami secara proporsional punya tanggung jawab melaksanakan instruksi tersebut demi kebaikan bersama,” imbuhnya. (vah)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia