Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Features
Suswanto Djony Purnawan, Penyusun Buku Kimia

Terbitkan Delapan Buku, Jadi Panduan SMK se-Indonesia

10 Juli 2019, 09: 56: 08 WIB | editor : Ali Mustofa

HASIL KARYA: Suswanto Djony Purnawan menunjukkan salah satu hasil karyanya berupa buku paket pelajaran yang ia susun.

HASIL KARYA: Suswanto Djony Purnawan menunjukkan salah satu hasil karyanya berupa buku paket pelajaran yang ia susun. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

Selain aktif sebagai pengajar, Suswanto Djony Purnawan juga aktif dalam menulis. Di luar jam pelajaran, ia gunakan waktu untuk menyusun buku paket pelajaran Kimia . Sudah delapan judul buku paket yang ia tulis. Buku itu digunakan sebagai panduan pembelajaran untuk siswa SMK seluruh Indonesia.

M. KHOIRUL ANWAR, Jepara

LAPTOP dan tumpukan buku menjadi teman setia Suswanto Djony Purnawan di ruang kerjanya. Di salah satu sudut ruang guru, ia terlihat membuka beberapa halaman buku yang ada di meja kerjanya. Lalu ia mengetik dua paragraf soal analisis mata pelajaran kimia  pada laptopnya.

Guru mata pelajaran kimia  SMKN 1 Kedung ini sedang menyelesaikan tugasnya sebagai penulis buku paket pelajaran. Selain mengajar, ia juga menjadi penyusun buku panduan pembelajaran.

Kemampuan menulis Pak Sus –sapaan akrabnya- tidak bisa dianggap remeh. Pria kelahiran Kudus, 31 Mei 1970 itu menjadi penulis buku paket pelajaran kimia SMK di salah satu penerbit nasional, Erlangga. Setidaknya sudah delapan buku paket pelajaran kimia  yang berhasil ia tulis. Buku itu menjadi panduan pelajaran bagi siswa SMK di seluruh Indonesia.

Kiprahnya sebagai penulis buku berawal ketika mengikuti guru berprestasi tingkat Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Saat itu ia dikenalkan salah satu temannya ke editor buku. Kebetulan sedang mencari penulis buku paket pelajaran.

Kemudian pada 2010 ia membuat sampel buku paket. Setelah melalui proses editing selama satu tahun buku hasil karyanya diterima. Namun sayangnya saat itu ia masih S1. Belum S2. Lalu ia putuskan untuk melanjutkan studinya. Setelah lulus pada 2013, buku pertamanya pun dicetak penerbit. Sejak saat itu ia aktif menulis buku paket pelajaran kimia hingga sekarang. ”Biasanya dibantu satu sampai dua guru. Tergantung jenis program studi yang dibuat,” katanya.

Dalam menulis buku paket kimia SMK, terdapat perbedaan dengan penulisan buku paket pada umumnya. Karena haru sesuai dengan konteks program studi. ”Satu setengah bulan baru selesai. Karena saya kerjakan di rumah. Kalau di sekolah fokus mengajar,” paparnya.

Dengan sepak terjangnya itu, Pak Sus ikut mencalonkan diri sebagai kepala sekolah. Saat ini ia sudah menjalani proses kajian manajerial di dua sekolah. Yaitu di SMKN 1 Kedung dan SMKN 1 Jepara.

Sebelumnya, ia telah melewati seleksi administrasi. Lalu lolos ke tes akademik dipilih 61 calon se-Jawa Tengah. Menjalani pelatihan kompetensi kepemimpinan selama 10 hari. ”Di dua sekolah ini harus membuat laporan. Semoga bisa berjalan lancar,” tandasnya.

Berbagai capaiannya itu, menurutnya didasari prinsip yang ia pegang. Menurutnya, guru yang berkualitas adalah yang mampu menginspirasi siswanya. Menjadi pendidik tidak sekadar mengajar, tapi harus mampu menjadi teladan bagi siswanya.

Untuk menjadi inspirasi bagi siswanya ia terus mengembangkan potensi yang dimiliki. Supaya ada yang berbeda dari guru yang lain. ”Guru juga harus bisa mengenali potensi diri sendiri. Apa yang bisa saya buat menjadi karya. Lalu karya itu mampu menginspirasi peserta didik,” kata suami dari Khurotun ini. (*)

(ks/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia