Jumat, 15 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Terdakwa Jasmin Divonis Bersalah atau Dibebaskan Ditentukan Hari Ini

09 Juli 2019, 11: 01: 53 WIB | editor : Ali Mustofa

TUNGGU VONIS: Terdakwa Jasmin usai sidang belum lama ini.

TUNGGU VONIS: Terdakwa Jasmin usai sidang belum lama ini. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA – Nasib terdakwa pencurian kayu (Jasmin,53,) Warga Singonegoro, RT 3/Rw I, Kecamatan Jiken, Blora, yang merugikan negara Rp 142.912 hari ini bakal ditentukan. Apakah divonis bersalah atau dibebaskan oleh majlis hakim. Yaitu Agustinus Asgari Mandala Dewa, Yunita, dan Endang Dewi Nugraheni serta Panitera pengganti Kristina.

Jasmin ditangkap di lorong Jalan Damaran, RT 6/RW IV, Kelurahan Jepon, Kecamatan Jepon, Blora. Dia membawa satu batang kayu bentuk persegi dengan ukuran panjang 400 Cm X 10 Cm X 8 Cm, volume 0.0320 M3. Kerugian perhutani atau negara sebesar Rp 142.912.

 Jasmin melakaukan ini alasannya karena kepepet kebutuhan hidup. Yaitu hasil penjuaan untuk beli beras. Dia menjual kayu dengan cara di pikul, dan dijajakan(iderke) dengan jalan kaki keliling desa.

Dalam sidang sebelumnya, Jasmin mengakui segala yang dituduhkan kepada majlis hakim. Dia hanya menjualnya Rp 100 ribu. Itu untuk sekedar memenuhi kebutuhan sehari hari.

Dalam sidang sebelumnya, terdakwa dituntut dengan 1 tahun 2 bulan penjara dan denda Rp 500 juta subsidier kurungan 14 hari. JPU menilai, Jasmin terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana. Yaitu dengan sengaja megangkut, menguasai atau memiliki hasil hutan yang tidak dilengkapi secara bersama-sama surat keeterangans ahnya hasil hutan dan melanggar pasal 12 huruf e Jo pasal 83 ayat(1) huruf b UU RI nomor 18 tahun 2013 dalam dakwaan pertama penuntut umum.

Selanjutnya, JPU juga menuntut supaya majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun dan dua bulan dikurangi waktu selama terdakwa dalam tahanan. Sementara dengan perintah terdakwa tetap ditahan dan denda Rp 500 juta subsider 14 hari kurungan. Selanjutnya meminta satu batang kayu jati berbentuk pasagen dengan ukuran panjang 400 cm, lebar 10 cm, dan tebal 8 cm dengan kubikasi 0,0320 meter kubik dirampas untuk negara. Selain itu, JPU meminta terdakwa dibebani membayar biaya perkara sebesar Rp 2.500.

Terkait putusan yang bakal digelar hari ini, Jaksa Penuntut Umum(JPU) Karyono menyerahkan semuanya kepada majlis hakim. "Pada dasarnya kami serahkan keputusan kepada Majelis Hakim. Yang memeriksa dan mengadili perkara pencurian kayu yang dikelola oleh Perum Perhutani. Kejaksaan bekerja sesuai dengan Undang - Undang yang berlaku. Setelah dinyatakan lengkap atau biasa disebut P21, oleh Kepolisian Blora, Kejaksaan wajib melanjutkan, tidak bisa menolaknya," terangnya.

Sementara itu, Ketua Blora Lawyers Club(BLC) Sugiyarto berharap, hakim yang mulia betul-betul menggunakan hati nurani untuk melihat kasus ini secara gamblang. Mempertimbangkan sisi kemanusiaan dan kondisi keluarga terdakwa. Apalagi terdakwa merupakan tulang punggung dan terbentur masaah ekonomi. Selain itu tidak ada niat untuk mencuri, hanya mencari rumput dan dijual seikhlasnya. Harapannya kliennya bisa divonis seringan-ringannya dan seadil adilnya. Sehingga Jasmin bisa berkumpul bersama keluarga kembali.

“Sidang putusan sudah di depan mata. Kami serahkan semua keputusan kepada hakim yang mulia,”tegasnya.

(ks/sub/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia