Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Features
Stand UMKM Rembang Difasilitasi PT SG (2)

Tak Sekadar Pameran, Bawa Misi Nguri-nguri Kearifan Lokal

09 Juli 2019, 10: 52: 18 WIB | editor : Ali Mustofa

KHAS KOTA GARAM: Juhartutik salah satu perajin batik lasem memperlihatkan kekhasan batik lasem pada para pengunjung stand UMKM Rembang yang dipromosikan PT Semen Gresik di Jateng Fair 2019.

KHAS KOTA GARAM: Juhartutik salah satu perajin batik lasem memperlihatkan kekhasan batik lasem pada para pengunjung stand UMKM Rembang yang dipromosikan PT Semen Gresik di Jateng Fair 2019. (HUMAS PT SEMEN GRESIK FOR RADAR KUDUS)

Share this      

PT Semen Gresik membawa misi ganda dalam ajang Jateng Fair 2019 di kompleks PRPP Semarang. Selain mempromosikan dan mengangkat berbagai potensi UMKM lokal unggulan, Semen Gresik juga ingin menjaga eksistensi produk berbasis kearifan lokal khas Rembang tersebut. Upaya ini tak hanya bermanfaat secara ekonomi namun juga nguri-nguri kekayaan budaya khas Kota Garam.

ALI MAHMUDI, Semarang

JUHARTUTIK terlihat antusias menjelaskan tentang batik Lasem kepada pengunjung yang mendatangi stand Semen Gresik di Balai Merapi Kompleks PRPP Semarang. Mulai dari kekayaan dan keragaman motif, sejarah hingga filosofi yang terkandung dalam lembaran batik Lasem dibeber dengan detail oleh perempuan paruh baya ini.

(HUMAS PT SEMEN GRESIK FOR RADAR KUDUS)

Akulturasi budaya antara Jawa, dan Tiongkok dalam warisan kearifan lokal khas Rembang ini juga turut dikupas oleh pemilik Batik Najma ini. Praktis, Juhartutik tak hanya sekadar mempromosikan hasil kreativitasnya saja, namun juga dimaksudkan untuk memperkenalkan dan sekaligus membangkitkan kecintaan masyarakat kepada batik Lasem. 

“Jadi ada proses edukasi kepada konsumen. Sense of art atau heritage akan lebih dapat dengan cara itu,” ujar Juhartutik didampingi suaminya Nurrohman.

Batik Najma merupakan salah satu UMKM asal Rembang yang difasilitasi PT Semen Gresik dalam ajang Jateng Fair 2019 yang ditarget dikunjungi 500 ribu pengunjung. Selain itu juga ada Batik Bulu Matoh, Akar Maju Jaya dan puluhan sektor industri rumahan yang tergabung dalam Forum UMKM Kabupaten Rembang.

Bukan kali ini saja, Batik Najma difasilitasi pameran dalam even bergengsi. Sebelumnya, holding Semen Gresik, yakni PT Semen Indonesia (Persero) Tbk juga pernah mempromosikan batik Lasem kreativitas pasutri ini dalam ajang International Monetary Fund (IMF) – World Bank Annual Meeting 2018 yang dihadiri sekitar 3.500 delegasi dari 189 negara dan digelar di Nusa Dua Bali.

Tentu saja langkah ini bukan tanpa alasan. Batik Najma merupakan mitra binaan perusahaan persemenan terkemuka ini. Selain itu, Juhartutik dan Nurrohman memang bukan perajin batik biasa. Mereka juga aktif menularkan dan mengajarkan kearifan lokal ini kepada pelajar maupun warga biasa yang ada di Rembang.

Pasutri ini juga pelestari batik Lasem. Di rumah mereka yang beralamat di Jalan Soditan No 9, Bayanan, Soditan, Lasem, Rembang, tersimpan sekitar 20 lembar batik Lasem berusia 100 tahunan. Upaya pelestarian yang dilakukan pasutri ini juga tak hanya sekedar menyimpan dan merawat koleksi batik Lasem. Nurrohman dan Juhartutik juga melakukan produksi ulang (reproduksi) “motif jadul” itu pada batik Lasem kontemporer hasil kreativitasnya. Proses repro dilakukan dengan mengambil motif lawasan tapi warna disesuaikan tren teranyar. Detail-detail bisa dibuat masih sama dengan yang jadul atau bahkan lebih halus.

“Setiap lembar batik Lasem ada filosofinya. Selain itu semakin tinggi nilai seninya juga mempengaruhi harga jual,” tutur Juhartutik yang batik premium hasil kreativitasnya pernah dibeli istri Wapres RI Ny Mufidah Jusuf Kalla ini.

Kearifan lokal lain yang ditampilkan di stand Semen Gresik adalah kopi lelet. Aktivitas yang terkait dengan kopi khas Lasem ini adalah nglelet (membatik rokok dengan ampas kopi). Dua aktivitas itu yakni nyanting (membatik batik Lasem) dan nglelet sama-sama ditampilkan di stand Semen Gresik. Pengunjung coba bisa menjajal langsung dua aktivitas warisan budaya yang hingga kini masih lestari dan bahkan menjadi kegiatan harian warga Lasem, Rembang tersebut.

“Jadi Semen Gresik tak hanya mengajak pameran saja tapi juga ada misi melestarikan warisan kearifan lokal khas Rembang,” ujar Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum PT Semen Gresik Gatot Mardiana.

Agar stand Semen Gresik meriah, kata Gatot Mardiana pihaknya menggelar "tantangan" bagi para pengunjung. Jika beruntung pengunjung bisa mendapatkan merchandise menarik berupa dompet, bantal hingga tas eksklusif. Caranya mudah yakni pengunjung hanya perlu foto selfie di stand Semen Gresik. Setelah itu, upload jepretan tersebut ke media sosial milik perusahaan persemenan terkemuka ini.

"Tiap hari ada dua merchandise yang kami sediakan untuk pengunjung. Silahkan eksplor stand Semen Gresik dari berbagai sisi," tandas Gatot. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia