Minggu, 17 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Features
Stand UMKM Rembang Difasilitasi PT SG (1)

Panen Pembeli, Banyak Didatangi Pengunjung dari Jawa-Luar Jawa

09 Juli 2019, 07: 16: 28 WIB | editor : Ali Mustofa

JADI KENANG-KENANGAN: Sejumlah pengunjung Jateng Fair 2019 berfoto bersama di stand UMKM Rembang yang difasilitasi PT Semen Gresik. Sementara seorang pengunjung menjajal kursi dari akar yang turut dipamerkan.

JADI KENANG-KENANGAN: Sejumlah pengunjung Jateng Fair 2019 berfoto bersama di stand UMKM Rembang yang difasilitasi PT Semen Gresik. Sementara seorang pengunjung menjajal kursi dari akar yang turut dipamerkan. (HUMAS SEMEN GRESIK FOR RADAR KUDUS)

Share this      

Event Jateng Fair 2019 menjadi berkah tersendiri bagi pelaku UMKM Kabupaten Rembang. Keikutsertaan mereka yang difasilitasi PT Semen Gresik dalam ajang pameran yang ditarget dikunjungi 500 ribu pengunjung itu tak hanya mendongkrak transaksi penjualan saja, namun juga menaikkan citra positif dan meluaskan jaringan serta pangsa pasar produk lokal unggulan khas Rembang. 

ALI MAHMUDI, Semarang

WAJAH Siti Nafiah berbinar saat mengunjungi stand PT Semen Gresik yang ada di Balai Merapi komplek PRPP Semarang. Perempuan yang berprofesi sebagai hakim Pengadilan Negeri (PN) di Banjarmasi Kalimantan Selatan dan tiga rekannya langsung membeli beberapa produk UMKM asal Rembang yang dipajang di stand tersebut untuk oleh-oleh keluarga dan koleganya yang ada di luar Jawa.

Tak hanya rombongan hakim asal Banjarmasin ini yang mengunjungi stand Semen Gresik. Ada juga rombongan pejabat peserta Rakernas XIV Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) yang digelar  awal Juli ini di Kota Semarang. Mereka juga memborong kopi Lasem dan produk UMKM yang ada di stand Semen Gresik.

"Suami saya asli Rembang. Ini untuk oleh-oleh pengobat rindu kampung halaman," kata hakim Siti - begitu ia biasa disapa-.

Jateng Fair 2019 digelar sejak Jumat (28/6) hingga Minggu (14/7) di komplek PRPP Semarang. PT Semen Gresik merupakan salah satu sponsor event prestisius untuk mempromosikan produk-produk unggulan dari seluruh wilayah Jawa Tengah ini. Tak hanya itu, perusahaan persemenan terkemuka ini juga membuka stand pameran di ajang yang dimeriahkan dengan beragam wahana permainan spektakuler dan penampilan artis, musisi serta grup band level nasional ini.

Lokasi stand Semen Gresik tergolong strategis karena berada di tengah-tengah antara pintu masuk dengan panggung utama. Stand juga nyaman karena berada di dalam ruangan besar full AC. Stand itu diperuntukkan bagi UMKM Kabupaten Rembang yang merupakan mitra perusahaan persemenan terkemuka ini maupun induk perusahaan yakni PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Ada 38 UMKM asal Rembang yang produknya diberdayakan dan diangkat dengan cara dipamerkan serta dipromosikan di stand tersebut. Mulai dari kerajinan akar kayu jati, batik Lasem, kopi lelet, hingga berbagai jajanan khas Rembang. 

Akar Maju Jaya merupakan salah satu pengisi stand Semen Gresik. Selain itu ada juga Batik Bulu Matoh, Butik Batik Najma dan puluhan sektor industri rumahan yang tergabung dalam Forum UMKM Kabupaten Rembang. 

Berkah event Jateng Fair 2019 dirasakan oleh UMKM asal Rembang yang difasilitasi Semen Gresik. Pemilik Akar Maju Jaya, Haryati misalnya, selama beberapa hari pameran berhasil membukukan transaksi sebesar Rp 6,5 juta. Tiga buah kerajinan berbahan dasar akar kayu Jati miliknya diborong oleh pengunjung.

Menurut Haryati, pengunjung stand Semen Gresik berasal dari berbagai daerah. Pengunjung juga dinilainya tak hanya sekedar melihat-lihat produk saja. Namun juga berniat membeli berbagai produk yang dipajang. Meski tak semuanya langsung berujung transaksi saat pameran, namun Haryati menilai pameran seperti Jateng Fair 2019 efektif untuk lebih mempromosikan kerajinan akar kayu buatanya kepada khalayak luas, baik wilayah Jateng maupun lainnya.

"Sebenarnya banyak yang tanya soal kerajinan akar kayu jati. Ada yang transaksi langsung saat pameran tapi ada juga yang pending karena belum deal harganya. Pengalaman saya kalau seperti ini biasanya justru banyak transaksi usai pameran rampung,” kata Haryati, warga Desa Bulu, Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang. 

Rona bahagia juga dirasakan pelaku UMKM lain yang ikut pameran di stand Semen Gresik. Selama tujuh hari sejak Jateng Fair dibuka, ada ratusan produk yang diborong pengunjung. Mulai dari kopi Lasem, tas rajut, terasi udang atau cumi-cumi hingga berbagai jajanan khas Rembang. Rata-rata, tiap hari ada 25 – 30 pcs produk yang dibeli pengunjung. Sedang nilai transaksi harian bisa mencapai Rp1 juta rupiah. 

Pembina Forum UMKM Kabupaten Rembang Sugeng Setyo Hariyadi mengatakan pihaknya mengapresiasi upaya Semen Gresik yang memfasilitasi promosi di ajang Jateng Fair 2019. Ke depan, Tyo – panggilan akrab Sugeng Setyo Hariyadi – berharap anggota Forum UMKM Kabupaten Rembang yang jumlahnya mencapai 500 pelaku usaha juga bisa diberi kesempatan lagi mengikuti event pameran lainnya.

“Kerja sama juga tidak hanya berupa pameran produk baik level lokal, regional atau nasional saja, namun bisa berbentuk pelatihan wirausaha. Selama ini Forum UMKM aktif menyemaikan benih enterpreneur ke sekolah, pondok pesantren dan desa-desa miskin di Rembang. Kontribusi Semen Gresik sangat diharapkan karena itu juga bagian untuk memberdayakan masyarakat,” harap Tyo.  

Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum PT Semen Gresik Gatot Mardiana mengatakan pihaknya berkomitmen ikut mengangkat dan memberdayakan UMKM yang ada di Rembang. Bentuknya beragam mulai dari kucuran bantuan modal seperti yang selama ini sudah dilakukan holding PT Semen Indonesia (Persero) Tbk hingga membantu memperluas jaringan pangsa pasar melalui beragam pameran. 

“Akhir Juli ini ada Rembang Expo nanti kita fasilitasi lagi pelaku UMKM. Semen Gresik ingin tumbuh, berkembang dan berkontribusi positif untuk berbagai elemen masyarakat Rembang dan sekitarnya,” tandas Gatot Mardiana. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia