Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Ada Perbaikan Jalan, Mayong-Gotri Macet Parah

01 Juli 2019, 13: 22: 30 WIB | editor : Ali Mustofa

PADAT: Kendaraan roda dua didominasi karyawan pabrik di kawasan Mayong memadati jalan raya Mayong. Setiap hari terjadi kemacetan hingga tiga kali.

PADAT: Kendaraan roda dua didominasi karyawan pabrik di kawasan Mayong memadati jalan raya Mayong. Setiap hari terjadi kemacetan hingga tiga kali. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA Bunyi klakson dari ratusan kendaraan roda dua dan empat membuat suasana riuh di jalan raya Mayong. Tepatnya sepanjang jalan dari perempatan melewati deretan pabrik hingga perempatan gotri. Pasalnya setiap jam masuk dan pulang kerja terjadi kemacetan. Untuk menempuh perjalanan dari perempatan Mayong sampai simpang Gotri butuh waktu sekitar setengah jam.

Dalam waktu normal hanya ditempuh sepuluh menit. Sehari bisa tiga kali terjadi kemacetan. Mulai pukul 06.30 sampai 07.30, kemudian jam pulang kerja pukul 15.00 sampai 16.00 dan pukul 19.30 sampai 20.30. Kemacetan ini diperparah dengan adanya pelebaran jalan dari SPBU Mayong sepanjang 2,3 kilometer ke arah Jepara.

Pekerjaan pelebaran jalan dimulai setelah pekerja masuk ke area pabrik. Alat berat yang digunakan untuk melebarkan jalan baru beroperasi. Saat beroperasi kemacetan tak lagi didominasi kendaraan pekerja. Namun kendaraan berat seperti kontainer, truk, dan kendaraan umum. Pekerjaan pelebaran ini mengakibatkan badan jalan tak leluasa dilalui kendaraan. Terdapat pembatas antara badan jalan dan lokasi pelebaran. Sehingga ada penyempitan jalan.

Setelah pekerjaan selesai sore hari, pemandangan macet kembali terlihat saat pulang kerja para karyawan pabrik di kawasan Mayong, Pecangaan, dan Kalinyamatan. Ratusan karyawan yang mengendarai sepeda motor keluar dari area pabrik secara bersamaan. Kebanyakan mereka ke arah Kudus. Sehingga memenuhi hampir seluruh badan jalan. Sedangkan kendaraan dari arah Kudus ke Jepara terhenti. Tidak mendapat ruang untuk bergerak ke arah Jepara.

Terdapat beberapa petugas security dari pihak perusahaan seperti PT. SAMI dan PT. Parkaland. Namun mengutamakan kendaraan karyawan pabrik. Tidak mengatur lalu lintas. Pengendara yang bukan karyawan pabrik mengeluhkan kondisi ini yang terjadi tiga kali dalam sehari.

“Ditambah pelebaran jalan jadi tambah macet. Tapi setelah dilebarkan semoga bisa mengurangi macet. Kadang saya harus muter cari jalan alternatif sebelum terjebak macet,” ujar Handoyo karyawan swasta asal Troso yang bekerja di Kudus.

Sementara itu Kabid lalu Lintas Darat Dinas Perhubungan Jepara, Sholeh Sudarsono mengatakan pihaknya pernah berlakukan jadwal jam masuk kerja dan pulang tiap perusahaan. Namun masih belum bisa mengurai kemacetan. “Dengan sinergi antar dinas, seperti pelebaran jalan dari provinsi ini harapannya bisa menambah ruang gerak kendaraan,” tuturnya.

(ks/war/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia