Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Tak Miliki Izin Usaha, Pemkab Terbitkan Penutupan Kandang Ayam

26 Juni 2019, 13: 26: 29 WIB | editor : Ali Mustofa

PROTES: Spanduk penolakan yang dipasang warga di sekitar kandang ayam di RT 1/RW I, Desa Somosari, Kecamatan Batealit. Warga protes karena bau memyengat dari kandang ayam menganggu aktivitas warga.

PROTES: Spanduk penolakan yang dipasang warga di sekitar kandang ayam di RT 1/RW I, Desa Somosari, Kecamatan Batealit. Warga protes karena bau memyengat dari kandang ayam menganggu aktivitas warga. (YAYAN FOR RADAR KUDUS)

Share this      

BATEALIT – Bau menyengat masih tercium dari sekitar kandang ayam di perbatasan tiga desa di Batealit. Yaitu sebelah utara Desa Bringin (RW I), Desa Mindahan (RT 4/RW IV), dan Desa Somosari (RT 1/RW I). Meski pengelola berjanji segera menutup operasional sebelum perizinan beres, kandang ayam tetap beroperasi. Warga bersikukuh kandang ayam harus ditutup. Pihak Satpol PP Kabupaten Jepara juga melayangkan surat teguran untuk segera menutup operasional kandang ayam tersebut.

Hal ini menimbulkan kekecewaan bagi warga di sekitar kandang. Seperti yang disampaikan, warga Mindahan yang jarak rumahnya hanya terpisah dengan jalan raya, Nurdin. Bau menyengat masih tercium hingga kemarin sore. Sehingga mengganggu kenyamanan warga. “Katanya mau ditutup tapi masih bau,” ujarnya.

Dari kesepakatan warga yang terdampak bau tersebut, menginginkan kandang ditutup. Ke depan tak lagi beroperasi di wilayah tersebut. Pasalnya warga tidak dilibatkan musyawarah sebelum berdirinya kandang tersebut. Justru warga yang jaraknya jauh diminta tanda tangan kesediaan.

“Kan aneh. Warga yang dekat belum setuju kok sudah beroperasi. Kami tetap ingin kandang ini ditutup. Meskipun pengelola urus perizinan, jika ada permintaan kesediaan ke warga sepakat menolak. Sudah terlanjur kena dampaknya dan kecewa juga,” katanya.

Pertengahan bulan ini, pengelola sudah bertemu warga. Bersedia membersihkan area kandang. Sepekan  kemudian, warga menagih janji itu. Namun kandang masih dalam keadaan kotor dan bau menyengat. “Ketika kami hubungi, jawabnya sabar,” ungkapnya.

Kepala Satpol PP Jepara Istono, dalam tegurannya menyampaikan, peternakan yang ada di Desa Somosari tersebut belum/tidak memiliki izin usaha. Teguran berlaku hingga 27 Juni mendatang agar pengelola mengehentikan segala aktivitas peternakan. Jika dalam batas waktu yang ditentukan tidak ada I’tikad baik, maka peternakan akan ditutup dan disegel.

“Sidang tipiring menanti jika teguran ini tidak ditanggapi. Ancaman hukuman berupa kurungan tiga bulan, atau denda paling banyak Rp 50 juta,” ujarnya.

(ks/war/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia