Rabu, 13 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Disdikpora Kudus Bakal Lakukan Penataan dan Pemerataan Guru Usai PPDB

26 Juni 2019, 11: 11: 29 WIB | editor : Ali Mustofa

Disdikpora Kudus Bakal Lakukan Penataan dan Pemerataan Guru Usai PPDB

KUDUS - Kekurangan guru menjadi problem yang belum terselesaikan. Terutama guru pegawai negeri sipil (PNS) di tingkat SD dan SMP. Untuk pemerataan guru, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus akan melakukan penataan dan pemerataan yang direncanakan setelah pendaftaran peserta didik baru (PPDB).

Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo mengatakan, tahap awal dalam penataan dan pemerataan ini melakukan verifikasi jumlah guru PNS di Kudus. Setelah itu, melihat kebutuhan guru di SD maupun SMP, terutama yang benar-benar kekurangan.

”Penataan guru memang tidak mudah. Setiap tahun jumlah guru berubah. Karena ada yang pensiun, mutasi, meninggal, dan lainnya. Sedangkan untuk perombakan atau mutasi khususnya guru SMP belum kami lakukan. Sementara pemerataan lebih dulu,” ungkapnya.

Berdasarkan data Disdikpora Kudus, jumlah sekolah dan guru pada semester genap 2018/2019 guru SMP negeri dan swasta berjumlah 1.222 guru dari 50 SMP. Sedangkan guru SD negeri dan swasta berjumlah 3.768 guru dari 441 SD. Sementara khusus guru negeri untuk SMP berjumlah 347 guru dan SD 955 guru.

Joko mengatakan, tahun ajaran baru ini kemungkinan bisa berubah lagi, karena ada yang purna tugas. ”Setahun saja guru yang pensiun 100 lebih. Untuk penggantinya belum ada, jadi kami kekurangan. Meski tahun ini ada penerimaan CPNS (calon pegawai negeri sipil), namun masih kurang. Karena kebutuhan guru PNS ada yang lebih dari satu per sekolah,” terangnya.

Kabid Dikdas Disdikpora Muhammad Zubaedi menambahkan, setiap tahun ajaran baru pihaknya merencanakan pemetaan guru. Sebab masih kekurangan guru.

”Pemerataan guru ini dimaksudkan sekolah yang kurang guru PNS bisa teratasi. Sekarang ini tujuan pemerintah melakukan zonasi juga untuk menguji kemampuan guru. Jadi, mengatasi murid tidak selamanya yang pandai dan namun juga mengatasi murid pas-pasan,” imbuhnya.

(ks/san/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia