Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Sehari Kedatangan 400 Pendaftar, Hanya 206 Peserta Terverifikasi

25 Juni 2019, 13: 48: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

LAYANI: Calon peserta didik melakukan verifikasi di SMA Negeri 1 Jepara kemarin.

LAYANI: Calon peserta didik melakukan verifikasi di SMA Negeri 1 Jepara kemarin. (FEMI NOVIYANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA - Sebanyak 400 calon peserta didik mendatangi SMA Negeri 1 Jepara untuk melakukan verifikasi berkas dan aktivasi akun kemarin. Dari jumlah itu hari pertama hanya 206 pendaftar terverifikasi. Proses verifikasi berkas baru dibuka pukul 07.00 WIB, namun sejak pukul 06.00 WIB telah banyak yang mengantre.

Tak sebagaimana PPDB SMK yang telah membuka proses verifikasi dan aktivasi akun sejak pekan lalu, PPDB SMA baru mulai proses verifikasi pagi kemarin. Selama lima hari mulai kemarin hingga Jumat (28/6) calon peserta didik bisa melakukan verifikasi itu.

Di SMA Negeri 1 Jepara, antusias pendaftar untuk melakukan proses verifikasi berkas dan aktivasi akun sangat terlihat. Sejak pukul 06.00 WIB, sudah banyak yang datang dan mengantre. Sebelum pukul 07.00 WIB, nomor antrean dibagikan. Sampai sekitar pukul 10.00 WIB, sudah ada sekitar 400 calon peserta didik yang datang dan mengambil nomor antrean hingga habis.

Hanya saja, tak bisa semua dilayani. Pelayanan hari pertama verifikasi kemarin hingga sekitar pukul 13.30 WIB sampai pada 206 orang. Sisanya akan dilanjutkan pada hari ini.

Kepala SMA Negeri 1 Jepara, Udik Agus Dwi Wahyudi mengatakan, pada dasarnya petugas siap melayani verifikasi sampai semua nomor antrean selesai. Namun pihak sekolah memberi pengertian pada pendaftar dan orang tua untuk melanjutkan pelayanan hari ini. ”Mereka yang pada hari pertama sudah mengambil antrean besok pagi (hari ini) bisa datang dan antrean tetap di depan, jadi tidak harus mengambil nomor antrean ulang,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Pada verifikasi dan aktivasi akun di sekolah tersebut, ada delapan petugas khusus verifikasi. Agar antrean tak menumpuk, petugas memanggil lima putra dan lima putri untuk masuk ke ruangan verifikasi. Setelah tuntas, barulah dipanggil lima orang antrean berikutnya.

Masing-masing siswa, membutuhkan waktu yang berbeda dalam proses tersebut. Namun rata-rata tiga hingga lima menit. ”Karena ada yang berkasnya sedikit. Ada pula yang banyak,” tuturnya.

Ramainya calon peserta didik pada hari pertama itu, dikatakan Udik, karena masih banyak yang salam paham. Padahal verifikasi dilayani selama lima hari. ”Pemahamannya siapa yang cepat, dia yang akan ada di urutan atas. Padahal tidak bisa seperti itu. Untuk jalur zonasi, jarak kelurahan yang lebih jauh tidak bisa berada di atas yang lebih dekat. Itu berlaku saat pilih sekolah tanggal 1 sampai 5 Juli nanti, bukan waktu verifikasi,” jelasnya.

Pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kali ini, cukup berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini mewajibkan calon peserta didik untuk verifikasi berkas dan aktivasi akun terlebih dahulu sebelum nantinya melakukan pendaftaran online. ”Untuk verifikasi dan aktivasi akun mulai 24 hingga 28 Juni. Proses akan berlanjut pada pemilihan sekolah pada 1 hingga 5 Juli. Pengumuman hasil seleksi sendiri pada 9 Juli,” ungkapnya.

Pada 1 hingga 5 Juli itu, Udik menjelaskan, calon peserta didik bisa online mandiri dan bisa juga dibantu daftar online di sekolah. ”Untuk daftar online di sekolah mulai 2 hingga 5 Juli,” imbuhnya. 

(ks/emy/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia