Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Features
Upaya PT SG Jadi Perusahaan Ramah Lingkungan

Produk Ramah Lingkungan, Bangunan Kokoh hingga 100 Tahun

25 Juni 2019, 11: 41: 45 WIB | editor : Ali Mustofa

JAGA KUALITAS: Proses pengepakan Semen Gersik di pabrik Rembang semuanya ramah lingkungan dan mengutamakan kualitas.

JAGA KUALITAS: Proses pengepakan Semen Gersik di pabrik Rembang semuanya ramah lingkungan dan mengutamakan kualitas. (HUMAS PT. SEMEN GRESIK FOR RADAR KUDUS)

Share this      

Sudah puluhan tahun produk Semen Gresik dipercaya di berbagai proyek di Indonesia. Mulai dari pembangunan Monumen Nasional (Monas), Jembatan Semanggi, Gedung Conefo, Gedung DPR/MPR RI, Hotel Indonesia, Masjid Istiqlal, Tebing Kelok Sembilan di Sumatera Barat, Bendungan Jatiluhur, hingga Jembatan Suramadu yang diprediksi bisa bertahan hingga lebih dari 100 tahun.

ALI MAHMUDI, Rembang

DAWIN Nadhor, 35, terlihat semangat mengoperasikan forklift di bangunan palletizer PT Semen Gresik Pabrik Rembang. Saat tumpukan semen sudah mencapai 50 sak atau seberat 2 ton, dengan sigap langsung dipindahkan ke truk. Aktivitas tersebut terus dilakukannya hingga muatan truk dengan kapasitas muatan 24 ton atau 36 ton semen itu penuh.

SIAP KIRIM: Proses distribusi Semen Gersik di pabrik Rembang.

SIAP KIRIM: Proses distribusi Semen Gersik di pabrik Rembang. (HUMAS PT. SEMEN GRESIK FOR RADAR KUDUS)

Dalam sehari ada sekitar 180 truk yang mengisi muatan semen di bangunan palletizer. Jika dikonversi, ada lebih dari 40 ribu sak produk Semen Gresik yang diangkut ratusan truk tiap harinya. Puluhan ribu sak semen itu didistribusikan kepada para konsumen, khususnya di Pulau Jawa.

”Salah satu jenis semen yang diproduksi Semen Gresik di Rembang adalah portland composit cement (PCC). Produk terbaru ini lebih ramah lingkungan,” kata Manager Quality Control (QC) PT Semen Gresik Rembang Sulistyono.

Mengapa PCC lebih ramah lingkungan? Menurut Sulistyono karena proses produksinya tidak membutuhkan clinker dalam jumlah besar. Praktis, karena konsumsi clinker rendah, maka energi yang dibutuhkan untuk membuat bahan utama pembuatan semen bisa dikurangi. Secara otomatis, karbon dioksida (CO2) yang memicu terjadinya pemanasan global juga dapat ditekan dengan maksimal.

Selain itu, proses produksi semen PCC juga menggunakan pozzolan (bahan pengikat yang mempunyai sifat seperti semen) dan fly ash yang merupakan abu terbang sisa hasil pembakaran batu bara pada pembangkit listrik. Penggunaan limbah batu bara ini, juga bisa menekan konsumsi air.

”Fly ash itu limbah, tapi kami maksimalkan sebagai campuran, agar bisa menjadi produk yang bermanfaat. Ini juga menjadi salah satu kontribusi Semen Gresik untuk menjaga lingkungan,” jelasnya.

Dari sisi kualitas, PCC yang ramah lingkungan tak kalah dengan jenis OPC yang merupakan semen tingkat I. Semen OPC Semen Gresik yang diproduksi lebih dulu, sudah digunakan dalam berbagai proyek mercusuar di Indonesia. Baik Pulau Jawa maupun luar Jawa. Meski sudah dibangun selama puluhan tahun, namun berbagai bangunan monumental itu tetap kokoh berdiri dan masih bisa disaksikan juga dirasakan manfaatnya oleh generasi sekarang.

”Produk Semen Gresik baik PCC, OPC, atau jenis lainnya dijamin kualitasnya. Jika penggunaannya sesuai aturan, maka hasilnya akan kokoh tak tertandingi seperti motto perusahaan kami,” ucapnya.

Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum PT Semen Gresik Gatot Mardiana mengatakan, proses produksi perusahaan persemenan terkemuka ini, selalu mengedepankan kualitas dengan menerapkan ISO 9001-2015 (sistem manajemen mutu), SNI 7064-2014, SNI 0302:2014, dan SNI 2049:2015. Selain itu, terkait pengelolaan lingkungan dengan menerapkan sistem manajemen lingkungan berbasis ISO 14001-2015, penilaian lingkungan Kementerian LHK, serta sertifikasi industri hijau dari Kementerian Perindustrian.

Gatot Mardiana menegaskan, Semen Gresik berkomitmen pada pembangunan industri berkelanjutan. Selain penggunaan teknologi rendah karbon, efisiensi energi, air, dan juga sekaligus minimisasi limbah. Berbagai upaya ini diharapkan juga mampu menurunkan biaya operasional dan sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan. ”Prinsip-prinsip industri hijau secara konsisten akan terus kami terapkan,” tandasnya. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia