Rabu, 13 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Karya Wisata Mudahkan Berpuisi

25 Juni 2019, 11: 15: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

Farida Noor Hayati, S. Pd.; SMAN 1 Bae Kudus

Farida Noor Hayati, S. Pd.; SMAN 1 Bae Kudus (dok pribadi)

Share this      

MENULIS puisi salah satu aktivitas berbahasa. Di dalamnya mengasah kemampuan siswa mengingat dan berpikir kreatif.

Dalam proses belajar siswa dituntut terampil menulis puisi. Untuk itu perlu latihan terus menerus. Namun keterampilan menulis puisi pada siswa sangat rendah. Banyak faktornya. Mulai dari siswa pasif saat KBM. Kurangnya minat menulis puisi. Kesulitan mengungkapkan gagasan, pikiran, dan perasaan. Pemanfaatan metode pembelajaran yang terbatas. Kualitas proses dan hasil pembelajaran kurang maksimal. Akibatnya siswa menjadi jenuh. Hasil belajar siswa rendah.

Menyikapi menulis puisi siswa yang masih rendah, gunakanlah metode karya wisata. Bertujuan memberikan gambaran nyata kepada siswa. Tentang peristiwa yang terjadi. Dialami sendiri, dilihat, dan didengarnya. Siswa dihadapkan pada pengalaman pribadi. Berdasarkan objek yang dilihat.

Metode karya wisata membawa dampak positif terhadap writing skills puisi. Yaitu meningkatnya keterampilan siswa menulis puisi. Tekniknya adalah pertama, data kondisi awal, kedua, data siklus satu,  dan ketiga, data siklus dua. Selanjutnya, teknik analisis deskriptif komparatif dilanjutkan refleksi.  Setiap siklus menggunakan sistem karya wisata dengan presentasi. Tahapan siklus satu maupun siklus dua terdiri empat tahap. Keempat tahap tersebut adalah: planning, acting, observing, dan reflecting.

Penerapan tahapan siklus satu dan dua sebagai berikut, guru mengawali dengan apersepsi. Siswa diajak karya wisata lalu mengamati. Kemudian tahap aplikasi siswa berkelompok. Guru membagikan lembar kerja. Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok. Merangkai kata-kata yang ditemukan menjadi kalimat  puitis.  Menyusun  puisi. Menilai pekerjaan antarteman dalam kelompok. Mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas. Tahap reflection guru memberikan penguatan pembelajaran.

Pertemuan kedua siswa sudah mengelompok. Guru melaksanakan tes formatif. Siswa diajak karya wisata. Siswa keluar kelas. Mendaftar kata-kata yang dilihat di luar kelas. Merangkai kata-kata yang ditemukan menjadi kalimat puitis. Menyusun puisi. Menilai pekerjaan antarteman. Menampilkan hasil karyanya pada kelompok masing-masing.  Selanjutnya pembahasan dan penilaian. Ternyata writing skills puisi  siswa mengalami peningkatan. Hal ini adanya penggunaan metode karya wisata. Dibuktikan dari kondisi awal, siklus satu, dan siklus dua. Hasil  kemampuan menulis puisi diperoleh data yaitu rata-rata kondisi awal, siklus satu, dan siklus dua mengalami peningkatan. Writing skills puisi dengan memanfaatkan metode karya wisata dapat meningkat.

Penerapan metode karya wisata mampu meningkatkan siswa menulis puisi. Dengan metode karya wisata membawa dampak positif. Siswa mudah berimajinasi. Menemukan ide dan merangkai kata menjadi puisi. Suasana belajar lebih menarik tidak membosankan.

Dengan demikian secara teoritik maupun empirik metode karya wisata dapat meningkatkan keterampilan siswa menulis puisi. Untuk itu siswa harus berperan aktif  dalam proses pembelajaran. Sedangkan guru harus lebih sering menggunakan metode karya wisata dengan pendekatan pembelajaran yang kooperatif. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia