Rabu, 13 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Penguatan Pendidikan Karakter melalui Video Motivasi

25 Juni 2019, 11: 10: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

Atiq Komariyah, S. Pd.; Guru PPKn SMPN 2 Undaan Kudus

Atiq Komariyah, S. Pd.; Guru PPKn SMPN 2 Undaan Kudus (dok pribadi)

Share this      

PADA era globalisasi, permasalahan dekadensi moral menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pemerintah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang mendapat mandat dari pemerintah untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Kemendikbud menjalankan amanah tersebut, dengan program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di setiap jenjang pendidikan di Indonesia.

PPK merupakan kebijakan pendidikan yang tujuan utamanya untuk merubah cara berpikir, bersikap, dan bertindak menjadi lebih baik. Nilai-nilai utama PPK meliputi religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Nilai-nilai tersebut ditanamkan dan dipraktikkan melalui sistem pendidikan nasional, agar dipahami dan diterapkan di seluruh sendi kehidupan di sekolah dan di masyarakat.

Berdasarkan grand design yang dikembangkan Kemendikbud (2010), secara psikologis dan sosial kultural pembentukan karakter dalam diri individu merupakan fungsi dari seluruh potensi individu manusia (kognitif, afektif, dan psikomotorik) dalam konteks interaksi sosial kultural (keluarga, sekolah, dan masyarakat) dan berlangsung sepanjang hayat. Konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial-kultural tersebut, dapat dikelompokkan dalam: olah hati (spiritual and emotional development), olah pikir (intellectual development), olah raga dan kinestetik (physical and kinestetic development), dan olah rasa dan karsa (affective and creativity development).

PPK di sekolah melekat pada setiap mata pelajaran. Setiap sekolah dan guru mempunyai cara masing-masing dalam menerapkan pendidikan karakter kepada peserta didiknya sesuai dengan konteks pendidikan di sekolah masing-masing.

Ada tantangan tersendiri dalam menerapkan pendidikan karakter terhadap peserta didik di era Revolusi Industri 4.0. Peserta didik sering merasa bosan dengan nasihat-nasihat dari guru tentang nilai-nilai kebaikan. Selogan-selogan terkait PPK sekadar menjadi pajangan belaka tanpa aplikasi nyata di lingkungan sekolah.

Dibutuhkan formula khusus untuk menanamkan pendidikan karakter terhadap peserta didik. Salah satunya dengan menayangkan film/video yang mengandung PPK. Peserta didik saat ini tumbuh dan berkembang dalam dekapan budaya televisi, sehingga penggunaan video sebagai media pembelajaran mampu memberikan keluwesan lebih bagi guru. Video memiliki potensi besar untuk pengaruh emosional, sehingga video sangat berguna untuk membentuk perilaku individu dan perilaku sosial.

Menurut Nugent (2005) dalam Smaldino dkk (2008:310), video bisa dimanfaatkan untuk setiap ranah belajar. Pada ranah kognitif, video dapat memperkuat pemahaman siswa. Pada ranah afektif, video dapat memperkuat peserta didik dalam merasakan unsur emosi serta mampu menggiring peserta didik pada penyikapan. Pada ranah psikomotorik, video dapat memperlihatkan bagaimana sesuatu bekerja.

Guru bisa memilih video PPK yang sesuai dengan kompetensi dasar (KD) yang sedang diajarkan. Video tersebut dapat ditayangkan pada awal atau akhir pembelajaran, namun bisa juga digunakan oleh guru sebagai intermezo saat peserta didik mulai terlihat lelah dalam mengikuti KBM di kelas.

PPK lahir karena kesadaran akan tantangan ke depan yang semakin kompleks dan tidak pasti. Namun, sekaligus melihat ada banyak harapan bagi masa depan bangsa. Hal ini menuntut lembaga pendidikan untuk mempersiapkan peserta didik secara keilmuan dan kepribadian, berupa individu-individu yang kokoh dalam nilai-nilai moral, spiritual dan keilmuan.

Sementara itu, tujuan PPK, di antaranya untuk membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas Indonesia Tahun 2045 guna menghadapi dinamika perubahan di masa depan. Selain itu, untuk mengembangkan platform pendidikan nasional yang meletakkan pendidikan karakter sebagai jiwa utama dengan memperhatikan keberagaman budaya Indonesia. Serta untuk merevitalisasi dan memperkuat potensi dan kompetensi ekosistem pendidikan.

PPK menjadi sangat penting, karena individu yang berkarakter baik akan melakukan hal-hal baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dirinya sendiri, sesama lingkungan, bangsa dan negara, serta dunia internasional. Dengan adanya pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, seorang peserta didik akan menjadi cerdas emosinya, sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia