Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Belajar Speaking dengan Flashcard

25 Juni 2019, 08: 46: 11 WIB | editor : Ali Mustofa

Laili Faizur Rohmah, S.Pd.; Guru Bahasa Inggris SMP 1 Bae

Laili Faizur Rohmah, S.Pd.; Guru Bahasa Inggris SMP 1 Bae (dok pribadi)

Share this      

KOMPETENSI dalam pelajaran bahasa Inggris ada empat, yaitu: reading, listening, speaking, dan writing. Kompetensi speaking harus dikuasai siswa. Namun banyak siswa menganggap speaking merupakan kompetensi yang sulit. Faktor yang menyebabkan speaking sulit di antaranya kurang penguasaan kosakata dan grammar. Takut salah dalam pengucapkan dan merangkai kata, sulit mengungkapkan ide, proses pembelajaran yang monoton dan kurang variatif. Hal itu menyebabkan siswa mengantuk dan kurang bersemangat. Proses pembelajaran speaking haruslah menarik dan menyenangkan. Guru hendaknya berkreasi, berinovasi dan menggunakan metode-metode pembelajaran yang efektif dan menyenangkan, sehingga proses belajar di kelas tidak membosankan.

Dalam pembelajaran bahasa Inggris, kompetensi speaking siswa SMP 1 Bae masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya siswa yang salah dalam mengucapkan kosakata, sulit memahami makna lawan bicara, sulit untuk menggunakan kosakata yang tepat ketika berbicara, dan mendapatkan nilai speaking di bawah Kriteria Ketuntas Minimal (KKM) 68.

Untuk mengatasi masalah tersebut, maka penulis menerapkan pembelajaran dengan menggunakan metode flashcard. Dengan flashcard guru dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan menarik. Materi pelajaran dapat disampaikan melalui permainan dan kuis.

Flashcard adalah sekumpulan kartu yang berisi informasi, berupa gambar yang dilengkapi kata-kata, yang diperkenalkan oleh Glenn Doman, seorang dokter ahli bedah otak dari Philadelphia, Pennsylvania. Gambar-gambar pada flashcard dikelompokkan antara lain: seri binatang, buah-buahan, pakaian, warna, bentuk-bentuk angka, dan sebagainya. Tujuan dari metode flashcard, melatih kemampuan otak kanan untuk mengingat gambar dan kata-kata sehingga perbendaharaan kata dan kemampuan berbicara siswa bisa dilatih dan ditingkatkan sejak awal.

Adapun tahapan yang dilakukan penulis dalam menerapkan metode pembelajaran flashcard adalah sebagai berikut: pertama, menyiapkan kartu. Guru membuat kartu dengan ukuran 15 x 20 cm, satu sisi kartu diberi gambar dan sisi yang lainnya ditulis kata. Kartu dibuat agak besar dengan tujuan agar bisa terlihat oleh siswa yang duduk di belakang. Kedua, persiapan penggunaan. Sebelum dimulai pembelajaran pastikan bahwa jumlah flashcardnya cukup, cek juga urutannya apakah sudah benar, dan perlu atau tidak media lain untuk membantu. Ketiga, penggunaan flashcard di kelas.

Langkah-langkah yang digunakan dalam penggunaan metode flashcard di kelas adalah: pertama, kartu-kartu yang sudah disusun dipegang setinggi dada dan menghadap ke depan siswa. Kedua, cabutlah satu persatu kartu tersebut setelah guru selesai menerangkan. Ketiga, berikan kartu-kartu yang telah diterangkan tesebut kepada siswa. Keempat, mintalah siswa untuk mengamati kartu tersebut satu persatu, lalu teruskan kepada siswa yang lain sampai semua siswa kebagian untuk melihat kartu tersebut.

Flashcard mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya mudah dibawa dan mudah disimpan. Flascard adalah media yang praktis dan mudah pembuatannya, menyajikan pesan pendek jadi mudah diingat, menyenangkan karena penyampaian materi melalui permainan dan kuis. Adapun kekurangannya gambar benda yang kompleks kurang efektif untuk pembelajaran, selain itu ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar.

Melalui penerapan metode pembelajaran flashcard, siswa terlihat antusias dalam belajar. Siswa lebih kreatif dalam mengucapkan dan menyusun kalimat dan tidak takut salah dalam mengungkapkan ide. Siswa terlihat berusaha untuk selalu berbicara. Diawali mengucapakan kalimat sederhana berdasarkan gambar, namun pada akhirnya siswa mampu mengungkapkan kalimat yang lebih komplek. Guru sebagai fasilitator selalu membantu siswa yang mengalami kesulitan. Peran guru membantu memecahkan kesulitan siswa. Demikan ulasan tentang belajar speaking dengan flashcard, semoga bermanfaat untuk pembaca. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia