Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Hindari Pendirian Bangunan Liar, Kolong Jembatan Tanggulangin Dipagar

24 Juni 2019, 13: 47: 43 WIB | editor : Ali Mustofa

Hindari Pendirian Bangunan Liar, Kolong Jembatan Tanggulangin Dipagar

KOTA Setelah jembatan Tanggulangin C dibuka untuk umum, kini Pemkab memasang pagar BRC atau pagar pembatas di sekitar jembatan. Tindakan itu dilakukan untuk mengantisipasi pendirian bangunan liar di bawah kolong jembatan.

Sebelumnya open traffic jembatan Tanggulangin C dilakukan pada Senin (20/5) lalu. Jembatan yang memiliki panjang total 996 meter ini didirikan menggunakan APBN sebesar Rp 115,5 miliyar. Kontruksinya jembatan bisa menahan beban hingga 500 ton. Sementara untuk usia diprediksi mampu berdiri hingga 100 tahun mendatang. Untuk mengantisipasi adanya bangunan atau hunian liar, Pemkab memasang pagar pembatas.

Pemasangan pagar BRC tersebut dilakukan di sisi Kudus maupun Demak. Pagar itu dipasang berada di bawah tiang pancang Jembatan Tanggulangin C. Para pekerja juga melakukan pengecoran pagar di akses lokal menuju Demak.

DIPAGAR: Pekerja sedang mengecor pembatas tiang pancang dan memasang pagar BRC. Itu dilakukan untuk mengantisipasi pendirian bangunan liar di bawah kolong Jembatan Tanggulangin C.

DIPAGAR: Pekerja sedang mengecor pembatas tiang pancang dan memasang pagar BRC. Itu dilakukan untuk mengantisipasi pendirian bangunan liar di bawah kolong Jembatan Tanggulangin C. (GALIH ERLAMBANG WIRADINATA/ RADAR KUDUS)

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Underpass Karangswah dan Jembatan Kolonel Sunandar Alik Mustaqim mengatakan, selain membuatkan akses lokal, pemasangan pagar BRC termasuk perencanan pembangunan jembatan sepanjang 170 meter ini.

Alik menyatakan pemasangan pagar pembatas ini dilakukan di bawah tiang pancang atau kolong jembatan terhindar dari pemanfaatan bangunan liar. Tujuannya agar tak mengganggu dan tetap menjaga estetika bangunan.

Sementara pembangunan pengecoran pagar pembatas pada akses lokal bertujuan untuk melindungi tiang pancang dari benturan kendaraan bermotor.

”Kami tak ingin di bawah jembatan didirikan bangunan liar. Itu akan menambah kesan kumuh,” ungkapnya. (gal)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia