Minggu, 18 Aug 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Apes, Baru 30 Menit Pasang Dadu, Makelar Motor Malah Diciduk Polisi

24 Juni 2019, 12: 42: 55 WIB | editor : Ali Mustofa

PASANG DADU: Baru 30 menit pasang dadu, makelar motor diciduk polisi.

PASANG DADU: Baru 30 menit pasang dadu, makelar motor diciduk polisi. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

JEKULO – Seorang makelar motor, Kandar, 48 dan seorang kuli bangunan, Sumarno, 53, baru pertama kali mencoba peruntungan bermain judi dadu. Alih-alih mendapatkan untung, nasib dua pria ini justru buntung. Baru sekitar tiga puluh menit duduk, dua pria ini malah diciduk polisi.

Pada saat penggrebekan di pekarangan di bawah pohon bambu Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu bukan hanya Kandar dan Sumarno saja yang sedang berjudi. Saat itu, ada beberapa orang dan satu bandar judi yang diketahui bernama Bongol. Namun mereka berhasil meloloskan diri.

Salah satu pelaku, Kandar mengungkapkan, ini kali pertamanya ikut pasang dalam judi dadu. Bahkan ia pun mengaku belum sempat merampungkan permainan karena baru duduk sekitar tiga puluh menit.

”Saya baru saja ikut, malah ada polisi. Lainnya bisa kabur larinya pada kencang,” katanya.

Saat menuju lokasi itu, niatan awal bukan untuk ikut bermain judi. Namun pria yang berprofesi sebagai makelar motor ini hendak melihat sepeda motor yang ditawarkan oleh salah satu warga. Namun saat dilokasi barang yang dimaksudkan tidak ada. Ia pun iseng-iseng melihat kerumunan warga yang ternyata sedang bermain dadu.

”Saya coba ikutan. Pasang Rp 10 ribu,” ujarnya.

Akibat perbuatannya ini, dua pria ini dijerat dengan pasal 303 KUHPidana. Dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Wakapolres Kudus Kompol Billy Andha Hildiario Budiman dengan didampingi Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Rismanto mengatakan, penangkapan pelaku judi ini berawal dari informasi warga. Salah satu warga menginformasikan bahwa di lokasi tersebut sering digunakan untuk tempat perjudian.

”Dari TKP kami amankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 107 ribu, 1 lembar alas plastik yang bertuliskan angka angka, 1 lembar alas plastik bertuliskan bulatan dadu, 1 buah tempurung dadu dan 3 buah mata dadu,” jelasnya.

Menurut keterangannya dua pelaku yang diamankan ini berperan sebagai pemasang atau penombok. Sedangkan bandarnya saat ini masih menjadi buron. Sebab saat digrebek berhasil kabur.

Selama Januari hingga Juni tahun ini, tercatat ada 13 kasus judi yang ditangani Satreskrim Polres Kudus. Dengan rincian 5 kasus togel, 1 kasus judi dadu, 4 kasus judi domino, dan 3 kasus judi remi. Terkait daerah penangkapan terbanyak, dikatakan di seputaran wilayah Kecamatan Kaliwungu. 

(ks/daf/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia