Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Berkas Tersangka Kasus Koperasi Aneka Jaya 26 Dilimpahkan ke Kejari

20 Juni 2019, 16: 17: 28 WIB | editor : Ali Mustofa

TUNTAS: Penyidik Reskrim Polres Pati menyerahkan barang bukti dan tersangka kasus Koperasi 26 ke Kejari Pati kemarin.

TUNTAS: Penyidik Reskrim Polres Pati menyerahkan barang bukti dan tersangka kasus Koperasi 26 ke Kejari Pati kemarin. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Perkara kasus Koperasi Aneka Jaya (KAJ) 26 Pati yang menyeret manajernya Ahmad Nadjib, 60, warga Margoyoso, dinyatakan P21. Satreskrim Polres Pati telah menyerahkan barang bukti dan tersangka ke jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pati kemarin. Kini polisi juga tengah memburu tersangka lainnya selain manager tersebut.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto melalui Kasaterkrim AKP Yusi Andi Sukmana yang disampaikan Kanit II IPDA Slamet Hariyono menuturkan, tugas penyidik telah rampung karena sudah dinyatakan P21. Sebelumnya harus melengkapinya beberapa kali hingga akhirnya dari jaksa memberikan surat P21 setelah perkara lengkap.

“Kami telah menyerahkan tersangka dan barang bukti ke JPU. Tersangka sudah ditahan di Rutan Polres Pati sejak 25 Maret-13 April dan diperpanjang hingga 22 Juni. Karena penyidikan sudah rampung sehingga segera diserahkan ke Kejari. Selanjutnya akan dilaksanakan proses sidang kemungkinan bulan depan,” ungkapnya.

Ia mengaku, setelah menjebloskan manager Koperasi 26 tersebut, polisi juga membidik tersangka lain untuk membongkar aset-aset yang sampai saat ini masih belum jelas. Bahkan sudah ada 40 saksi yang diperiksa. Mulai dari saksi pelapor, pengurus, hingga saksi ahli dari Dinas Koperasi Jateng dan dari ahli OJK.

Pada kasus tersebut, tersangka dijerat Pasal 46 (1) UU RI 7/1992 tentang perbankan sebagaimana diubah dengan UU RI 10/1998 tentang perubahan UU RI 7/1992 dugaan tindak pidana menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan tanpa izin usaha dari Bank Indonesia dalam kurun waktu 2016-2017. Ancamannya maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Seperti yang diketahui, koperasi tersebut macet sejak Mei 2017 lalu. Para nasabah tak dapat mengambil deviden apalagi simpanannya. Koperasi itu memberikan iming-iming deviden sebesar 2 persen sehingga membuat masyarakat tergiur. Karena macet, masyarakat melaporkan hal itu ke Mapolres Pati.

Total dana yang dihumpun mencapai Rp 53 miliar. Korban telah menyimpan uangnya dengan nominal cukup besar. Bahkan ada salah satu korban yang menyimpan uang hingga Rp 1,4 miliar di koperasi tersebut. Dari penyelidikan petugas, jumlah nasabah di KAJ 26 ada 1000 orang dengan dana yang dihimpun mencapai Rp 53 miliar. Akan tetapi uang yang ada di rekening hanya Rp 7,9 miliar.

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia