Rabu, 13 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Demi Daftarkan Sekolah Anak, Orang Tua Rela Antre Pukul 03.00

20 Juni 2019, 13: 51: 37 WIB | editor : Ali Mustofa

DEMI MASA DEPAN: Para orang tua siswa bejubel mengambil nomor antrean PPDB di SMPN 1 Kudus kemarin.

DEMI MASA DEPAN: Para orang tua siswa bejubel mengambil nomor antrean PPDB di SMPN 1 Kudus kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Hari ketiga pendaftaran peserta didik baru (PPDB) SMP jalur zonasi di Kudus, orang tua lebih prepare. Ada beberapa orang tua yang rela menunggu di depan gerbang pintu sekolah yang menjadi pilihan pertama mulai pukul 03.00.

Seperti yang dilakukan Yustikarin, warga Kelurahan Mlati Norowito, Kecamatan Kota, Kudus. Demi mendapatkan antrean PPDB lebih awal di SMP 2 Kudus, dia rela menunggu di pintu gerbang, meski gerbang masih tertutup.

”Saya bersama suami sebenarnya mulai pukul 21.00 Selasa (18/6) malam sudah memantau situasi (di SMPN 2 Kudus). Ternyata masih sepi. Kemudian pukul 24.00 (kembali lagi memantau SMPN 2 Kudus). Kondisinya masih sama. Baru pukul 03.00 saya putuskan untuk menunggu di gerbang sekolah. Ya belum ada orang, baru saya yang datang,” terangnya.

Yustikarin mengaku tidak sia-sia antre sejak pukul 03.00. Dia dapat antrean nomor 1. Benar saja, karena gerbang sekolah baru dibuka sekitar pukul 05.00.

Hal yang sama dilakukan Gofar, wali murid yang merupakan warga Desa Janggalan, Kecamatan Kota. Dia mengatakan, pukul 02.00 sudah datang ke SMPN 2 Kudus. Tapi masih sepi. Ia putuskan pulang lagi, dan setelah subuh sekitar pukul 05.00 kembali lagi ke sekolah.

”Ya informasi yang saya terima, selain zona terdekat kecepatan mendaftar menjadi pertimbangan. Demi anak saya rela datang lebih awal. Ternyata pikiran saya sama seperti yang lain. Kalau posisi waktu pendaftaran lebih awal nanti dapat nomor urut setidaknya aman. Tapi, tetap saya pantau perkembangannya,” ungkapnya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus, di SMPN 2 Kudus kemarin, menginjak pukul 06.00 antrean mulai bejubel. Pihak sekolah menggunakan sistem antrean yang baru datang harus berada di urutan paling akhir untuk mendapat nomor antrean.

Ada hal yang menarik saat antrean ini. Pada saat antre, ada bapak-bapak yang mau nyelonong di urutan depan untuk meminta nomor antrean. Seketika dia menuai protes para emak-emak yang sudah antre panjang.

”Pak... Pak... yang pakai baju kotak-kotak antre sesuai urutan dong... Kami saja sejak pagi, kamu yang baru datang malah mau nyelonong,” celetuk salah satu ibu di barisan belakang untuk mengambil antrean PPDB. Protes ini disambut protes dari para ibu-ibu lainnya.

Setelah mendapatkan nomor antrean, siswa pendaftar diarahkan masuk kelas berdasarkan urutan nomor pendaftaran. Di SMPN 2 Kudus dibuka delapan kelas dan isinya ada 30 siswa untuk melakukan verifikasi pemberkasan. Sementara orang tua tidak diperkenankan mendampingi di dalam kelas.

Pada saat verifikasi pemberkasan, banyak terjadi kendala pada kartu keluarga (KK) baru yang tidak dilampirkan surat keterangan dari desa. Surat keterangan itu, sebagai pernyataan jangka waktu pendaftar tinggal di desa tersebut.

Setelah menunggu cukup lama, namun kurang lebih satu jam, verifikasi berkas secara manual, baru siswa diarahkan menuju pendaftaran online. Sistem antrean masuk ruangan maksimal 10 anak dan disesuaikan nomor urut antrean.

Pada saat menunggu giliran online, banyak orang tua yang gelisah. Terutama yang jarak zonasinya lebih dari satu kilometer. Mereka pun mengeluarkan celetukan-celetukan yang beragam. ”Dari wilayah Bae saja berani daftar. Apalagi wilayah Loram Wetan, optimis masuk lah,” celetuk salah satu orang tua siswa.

Kedatangan orang tua siswa pagi buta juga terjadi di SMPN 1 Kudus. Orang tua pendaftar datang paling pagi sekitar pukul 04.30. Salah satunya Okta warga Desa Purwosari. Dia datang lebih pagi dengan harapan mendapatkan nomor antrean awal.

”Dilihat dari jarak (rumah) lebih dekat di SMP 1 Kudus. Saya (anaknya, Red) juga mencoba lewat jalur prestasi, tapi tidak berhasil. Mudah-mudahan yang jalur zonasi ini diterima. Jarak Purwosari (rumahnya, Red) ke SMP 1 Kudus 2,5 kilometer. Dari sekolah lainnya lebih jauh jaraknya, ada yang tiga kilometer,” ungkapnya.

Sampai penutupan pukul 14.00 kemarin, jumlah pendaftar di SMPN 2 Kudus mencapai 341 pendaftar dan daya tampung jalur zonasi 202 siswa. Sedangkan di SMPN 1 Kudus ada 269 pendaftar dengan daya tampung 216 siswa.

Di Kabupaten Jepara kemarin sampai pada hari terakhir PPDB online SMP. Sejumlah sekolah sudah terpenuhi 90 persen kuota khusus jalur zonasi.

Hal ini dapat terlihat dari lima sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Kota Jepara. Meliputi SMP Negeri 1 Jepara, SMP Negeri 2 Jepara, SMP Negeri 3 Jepara, SMP Negeri 4 Jepara, SMP Negeri 5 Jepara, dan SMP Negeri 6 Jepara.

Pendaftar jalur zonasi di lima sekolah tersebut, semuanya melebihi kuota. Bahkan, banyak pula yang jumlah pendaftarnya jauh lebih besar dari kuota yang ditetapkan.

Misalnya saja SMP Negeri 1 Jepara. Kuota untuk jalur zonasinya 242 siswa. Namun, jumlah pendaftarnya mencapai 319 untuk pilihan pertama dan 89 untuk pilihan kedua.

Hal yang sama juga terlihat di SMP Negeri 2 Jepara. Kuota jalur zonasi di sekolah tersebut 283 siswa. Pendaftarnya mencapai 328 pada pilihan pertama dan 173 pada pilihan kedua. Hal serupa juga terjadi di SMP negeri lain di Kecamatan Kota Jepara.

Mengenai radius jarak rumah ke sekolah, SMP Negeri 3 Jepara menjadi sekolah yang sampai siang kemarin meloloskan pendaftar dengan jarak yang mencapai 4 kilometer, tepatnya jarak 4.446 meter. Yakni siswa yang berasal dari Desa Sukodono Kecamatan Tahunan. Padahal di lima sekolah lain, jarak terjauh pendaftar yang lolos tak ada yang mencapai 3.000 meter.

Terkait dengan PPDB SMP dengan sistem zonasi ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikpora) Jepara Agus Tri Harjono mengatakan, tujuan dari penerapan zonasi ini untuk pemerataan kualitas sekolah. Karena itu, masyarakat diharapkan untuk tidak keliru dalam mengartikan sistem zonasi dalam PPDB. ”Harapannya nanti semua sekolah bisa melakukan manajemen yang baik, agar sekolahnya berkualitas meski tidak bisa memilih input siswa sebagaimana tahun-tahun sebelumnya," harapnya.

Sementara itu, saat ini proses PPDB masih berlanjut. Analisa penyusunan peringkat akan dilakukan hari ini. Sedangkan pengumuman hasil seleksi akhir untuk sekolah dengan pendaftaran sistem online dilakukan besok pagi (21/6).

(ks/san/emy/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia