Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Napi Lapas Pati Kabur saat Asimilasi, Empat Tim Pencarian Diterjunkan

20 Juni 2019, 13: 34: 29 WIB | editor : Ali Mustofa

BATASI RUANG GERAK: Tim pencarian memantau garasi bus antarkota antarprovinsi untuk melacak keberadaan napi yang kabur.

BATASI RUANG GERAK: Tim pencarian memantau garasi bus antarkota antarprovinsi untuk melacak keberadaan napi yang kabur. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pati menerjunkan empat tim untuk melakukan pencarian narapidana (napi) yang melarikan diri pada Minggu (16/6) lalu. Tim menyebar di berbagai wilayah untuk menangkap napi tersebut.

Seperti diketahui, napi yang kabur tersebut bernama Slamet Wibowo, 28, warga Desa Kedalingan, Tambakromo, Pati. Napi yang menjalani masa asimilasi ini, masuk penjara akibat kasus penipuan. Dia divonis hukuman 2 tahun 6 bulan.

Saat menjalani asimilasi itu, ada napi lain yang memberikan informasi dia membawa uang sekitar Rp 2 juta. Diperkirakan, uang sejumlah itu mampu untuk dia bertahan tak sampai satu bulan.

Kepala Lapas Kelas II B Pati Irwan Silais melalui Kepala Bagian Krismianto mengungkapkan, selain berkoordinasi dengan pihak kepolisian, pihaknya juga membentuk tim independen yang berasal dari petugas lapas sendiri.

”Kami terjunkan empat tim untuk memburu napi tersebut. Masing-masing tim terdiri dari 12 orang petugas. Sudah kami sebar semuanya untuk melakukan pengejaran,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

 Krismianto menuturkan, tim menyebar ke beberapa titik. Seperti di daerah sekitar kampung halaman napi tersebut dan di agen-agen bus. ”Jalur-jalur yang dimungkinkan untuk pelarian sudah kami terjunkan tim untuk memantau. Selain itu, kami juga sudah memantau rumahnya, hingga mendatangi keluarganya untuk dimintai kerja sama. Siapa tahu napi tersebut suatu saat menghubungi keluarga,” tuturnya.

Kemarin, ada sejumlah informasi yang mengatakan napi tersebut berada di Pati. Setelah sebelumnya diinformasikan berada di Salatiga dan juga Demak. ”Kami juga memanfaatkan para mantan napi lapas Pati yang telah bebas. Siapa tahu mereka memiliki informasi,” terangnya.

(ks/aua/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia