Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Features
Fenti Kurnia Margaretha, Founder Wirausaha

Brand Tas Golf Buatannya Pernah Dipesan SBY dan Ibas

20 Juni 2019, 13: 24: 23 WIB | editor : Ali Mustofa

Fenty Kurnia Margaretha

Fenty Kurnia Margaretha (DOK PRIBADI FOR RADAR KUDUS)

Share this      

Fenti Kurnia Margaretha terbilang sukses meniti karir, pendidikan dan hobi. Selain berhasil menamatkan S2, dia berhasil membuat branding aksesori. Juga membuka toko di Surabaya, Bali, dan New York, Amerika Serikat. Salah satu tokoh yang pernah pesan brandnya yaitu mantan presiden RI dan anaknya, Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibas.

WISNU AJI, Rembang

FENTI Kurnia Margaretha menyambut ramah saat Jawa Pos Radar Kudus datang ke rumah orangnya. Tepatnya di Jalan Majapahit no 22 Rembang. Dia semangat diajak bicara tentang mengembangkan UMKM.

Fenty Kurnia Margaretha

Fenty Kurnia Margaretha (DOK PRIBADI FOR RADAR KUDUS)

Dia sukses meniti karir di dunia usaha. Selain itu, ia berhasil membuka cabang toko di Surabaya dan Bali. Bahkan di luar negeri New York, Amerika Serikat. Produknya juga banyak dibeli tokoh penting. Salah satunya mantan presiden Indonesia SBY.

Jebolan S2 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini mengaku meniti karirnya 15 tahun lalu. Dia sempat bekerja di bank kurang lebih 10 tahun. Kebetulan Fanti bekerja di Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC). Di usia 30 tahun menjadi kepala cabang.

Di sela kuliah dan kerja dirinya selalu luangkan hobi bermain golf. Selama 15 tahun dirinya menekuni olahraga itu. Bahkan sampai dua kali tahun 2019 dan 2010 menjadi sampul majalah golf magazine. Sering menjadi inspirashe di bidang olahraga tersebut.

”Jarang memang perempuan bermain golf. Mungkin bagi kaum hawa yang masih muda takut kulit hitam. Kebetulan saya tertarik sejak kecil seiring pernah diajak papa bermain,” kenangnya.

Karena hobi ini dirinya bertemu jodoh saat di lapangan golf. Tidak ingin sekadar hobi, dirinya mulai merintis usaha golf industry bersama suaminya. Memang suaminya yang bekerja di pengeboran minyak begitu support.

Fanti memiliki brand tersendiri. Ditunjang dirinya tergabung sebagai anggota jejaring komunitas terbesar golf di Indonesia.

Dirinya ingin terus eksis di dunia golf. Makanya dirinya membuat brand agar terus bertemu banyak pemain. Termasuk membuat tas custom. Di mana produk spesialnya pernah di beli Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibas pada 2017.

”Brand juga saya branding di New York. Kebetulan saya punya tim di sana. Dengan model orang asing salah satunya Natasha dan ke depan Sarah Ashari. Termasuk pengembangan market di wilayah Eropa” bebernya.

Jaringan luar negeri membuat Fenti tergerak mengangkat UMKM daerah. Ini setelah pameran golf skala dunia diikuti.

Setelah rutin ikut mendampingi ibunya saat menjabat ketua Iwapi (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia), dirinya ikut mendampingi ibunya terjun kenalkan UMKM di Rembang. Di situ ada program dari presiden yaitu mencari warung tradisional. Dirinya kemudian ditugasi mencari potensi dari UMKM lokal. Tentu terkait dengan pengembangan warung tradisional.

”Saya terjun langsung ke pelosok-pelosok. Hingga akhirnya saya bertemu perajin sepeda kayu dari Kecamatan Sale. Curhat kesulitan pemasaran. Lewat jaringan, kami bantu dan respon positif dari teman-teman untuk pesan dan suplai luar negeri,” senangnya.

 Kini kesuksesanya dikembangkan. Dengan membentuk Wirausaha Go Global dua tahun lalu. Tujuanya menampung pelaku UMKM. Agar anak usia produktif tidak menggangur. Ternyata langkahnya diterima beberapa komunitas anak muda. Di antaranya beberapa karang taruna desa-desa di Rembang.

Pada 2018 dirinya berhasil mengajak pemuda membuat layang-layang. Layang-layang diekspor ke negara Prancis dan Malaysia. Itu setelah dibantu temannya di Bali. Sehingga ini dapat mengurangi angka pengangguran di usia produktif.

”Kami bentuk forum komunitas. Di setiap kecamatan kami lakukan diskusi. Dengan target pengembangan bisnis rintisan, lewat mentoring, market, dan money,” katanya.

Sampai akhirnya pada 2018 bertemu teman lamanya di Lasem. Dari diskusi bersama temannya itu temannya itu mengingatkan lomba Putra Putri Citra Batik Lasem pada 1999. Untuk mengenang acara itu, akan digelar Lasem Fashion Week.

Tujuanya agar batik Lasem Go Internasional. Dengan tema rancang busana dan ditunjukkan untuk fashion desainer. Peserta yang sudah positif mendaftar di acara itu ada dari Jakarta, Jogjakata, Semarang, dan Surabaya.

”Mereka bakal kompetisi membikin desain temanya Summer Street Style Newyork.  Tujuannya Batik Lasem menjadi pakaian sehari-hari di New York,” targetnya. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia