Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Jadi Persyaratan Wajib, Pendaftar Terpaksa Ambil Akta Asli di Rumah

20 Juni 2019, 13: 12: 45 WIB | editor : Ali Mustofa

PAKAI BERKAS ASLI: Petugas PPDB SMKN 2 Pati memeriksa berkas salah satu pendaftar pada verifikasi PPDB SMK 2019 kemarin.

PAKAI BERKAS ASLI: Petugas PPDB SMKN 2 Pati memeriksa berkas salah satu pendaftar pada verifikasi PPDB SMK 2019 kemarin. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI - Verifikasi berkas pendaftaran SMK pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Pati masih berlangsung. Banyak siswa yang berkasnya tak lengkap, karena harus memakai akta kelahiran dan kartu keluarga (KK) asli. Untuk itu, pendaftar harus pulang untuk mengambil akta asli di rumah.

Ketua PPDB SMKN 2 Pati Totok Sutriyono menuturkan, proses verifikasi calon siswa sudah berjalan selama tiga hari ini. Sudah ada 387 siswa yang mengajukan verifikasi berkas dan akun. Rencananya, verifikasi tersebut berlangsung hingga Jumat (28/6) pekan depan. Sebab prosesnya membutuhkan waktu.

Satu verifikasi siswa membutuhkan waktu 5-10 menit. Petugas harus memeriksa berkas pendaftar mulai dari KK, akta kelahiran, KIP kalau punya, SKHUN sementara langsung dari sekolah, pas foto, hingga piagam penghargaan. Dari berkas itu, banyak siswa yang kurang melengkapi. Kebanyakan KK dan akta kelahiran asli.

”Pendaftar harus membawa KK dan akta legalisir yang asli, karena dari Disdukcapil tak berkenan melegalisir mengingat banyak siswa yang meminta untuk mendaftar. KK dan akta asli hanya diperlihatkan kepada petugas, setelah itu dibawa pulang lagi. Siswa yang berkasnya tidak lengkap harus mengambilnya di rumah,” tuturnya.

Untuk berkas piagam penghargaan, sekolah hanya mengambil kejuaraan tertinggi. Seperti siswa yang mendapatkan kejuaraan OSN tingkat kabupaten hingga nasional. Yang diambil juara di tingkat nasional. Sehingga piagam penghargaan dari OSN kabupaten dan provinsi ditolak.

”Sekolah hanya memberikan skor untuk piagam tertinggi. Bukan semua piagam yang diperoleh. Berbeda untuk siswa yang mendapatkan juara I tingkat internasional, langsung diterima tanpa tes dan lainnya,” ucap Totok kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin siang.

Ia menambahkan, pendaftar di SMKN 2 Pati dibatasi setiap hari hanya 150 orang. Pada hari pertama pendaftaran yang sudah mengambil nomor antrean ada 775 siswa. Sedangkan yang sudah verifikasi berkas ada 387 siswa. Nantinya yang diambil hanya 648 siswa sesuai pagu yang sudah ditentukan pemerintah.

”Kami memang mengatur antrean PPDB supaya tidak bejubel. Sehari melayani 150 siswa. Dengan begitu pendaftaran nyaman dan siswa tinggal datang ke sekolah setelah mengambil nomor antrean. Tak perlu mengantre lama lagi. Pada verifikasi berkas, juga membuat akun untuk pendaftaran online. Pembuatan akun itu dibantu sekolah supaya mengurangi kesalahan,” imbuhnya.

(ks/put/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia