Rabu, 13 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Tebarkan Bau, Warga Tiga Desa Tuntut Kandang Ayam di Somosari Ditutup

20 Juni 2019, 12: 08: 24 WIB | editor : Ali Mustofa

PROTES: Spanduk penolakan yang dipasang warga di sekitar kandang ayam di RT 1/RW I, Desa Somosari, Kecamatan Batealit. Warga protes karena bau memyengat dari kandang ayam menganggu aktivitas warga.

PROTES: Spanduk penolakan yang dipasang warga di sekitar kandang ayam di RT 1/RW I, Desa Somosari, Kecamatan Batealit. Warga protes karena bau memyengat dari kandang ayam menganggu aktivitas warga. (YAYAN FOR RADAR KUDUS)

Share this      

BATEALIT – Kandang ayam di RT 1/RW I, Desa Somosari, Kecamatan Batealit, diprotes warga tiga desa. Yaitu Desa Bringin, Desa Somosari, dan Desa Mindahan belum lama ini. Protes warga lantaran kandang yang beberapa hari telah beroperasi itu menimbulkan bau tidak sedap di sebagian wilayah tiga desa itu.

Kandang ayam itu berdiri di perbatasan tiga desa. Yaitu sebalah utara Desa Bringin (RW I), Desa Mindahan (RT 4/RW IV), dan Desa Somosari (RT 1/RW I). Jarak kandang ayam dengan pemukiman RW I Desa Bringin hanya berjarak sekitar 200 meter. Sementara pemukiman Desa Mindahan di RW IV hanya berjarak sekitar 12 meter. Dengan pemukiman Desa Somosari hanya berjarak sekitar 20 meter.

Kandang ayam itu tepat berada di timur pertigaan yang masuk di tiga desa itu. Bau menyengat terjadi sekitar tiga pekan hingga kemarin. Atau setelah kandang ayam itu beroperasi. 

Beroperasinya kandang ayam itu bermula setelah beberapa warga diminta tanda tangan. Tapi tidak semua warga mau tanda tangan. Hanya orang tertentu yang dimintai tanda tangan.

Warga sebenarnya sudah melayangkan protes ke pemilik kandang agar kandang jangan dioperasikan terlebih dahulu. Itu karena kandang ayam yang di awal pendirian tidak berbau ternyata dalam opersainya berbau.

Sejak awal mau didirikannya kandang ayam, warga sekitar tidak setuju, tetapi tidak dihiraukan pemilik. Namun pihak pemilik masih memaksa untuk mendirikan pabrik tersebut. Kandang ayam itu juga belum memiliki pagar dan kelengkapan lainnya.

“Ada salah satu pegawai kandang yang bilang Mok izini rak mok izini tetep tak bangun, wong tanah-tanahku dewe,” ujar Hasyim menirukan salah satu nada karyawan kandang.

Akhirnya pada Minggu (9/6), warga yang menolak keberadaan kandang itu memasang spanduk seadanya. Dengan beberapa tulisan. Warga berharap kandang ayam segera ditutup.

Warga RT 4/RW IV, Desa Mindahan, Nuril menambahkan, rumahnya hanya berjarak dekitar 50 meter dari kandang ayam. Bau ayam tidak hanya di luar rumah, tetapi juga sampai dalam rumah. ”Anak saya bahkan menangis karena bau yang tak sedap. Katanya kandang itu tak berbau, tapi saat operasi baunya sangat menyengat,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi mengenai perijinan operasional kandang tersebut, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Jepara, Hery Yulianto mengatakan belum masuk database perijinan. Lewat Online Single Submission (OSS), telah ditelusuri belum ada pengajuan perijinan masuk.

Pihaknya juga telah meninjau lokasi. Hasilnya ditemukan pengelolaan ternak yang belum profesional. Hal ini dinatandi dengan belum adanya pengolahan limbah, banyak ditemukan ayam yang mati, dan tidak terdapat drainase.

Ia juga menegaskan, kandang itu tidak masuk kategori clouse house. Lantaran dari hasil investigasinya pengolahan limbah belum baik. Juga terdapat celah-celah kandang yang mengakibatkan bau kandang keluar.

“Kalau clouse house itu seharusnya kering semua. Tidak berbau. Soal penolakan, warga bisa melaporkan ke Satpol PP untuk segera ditindak dengan dasar belum memiliki ijin,” ujarnya.

Direktur kandang ayam Mustaqim mengaku berjanji akan memperbaiki kandang ayam itu. Menurutnya kandang itu terpaksa dioperaskan lantaran menghadapi lebaran. Dia berjanji akan memperbaiki.

”Kandang ayam kami close house. Tapi memang belum layak. Karena itu kami akan memperbaikinya,” tegasnya.

Warga Mindahan lainnya Lutfi tetap menolak keberadaan kandang itu. Lantaran baunya yang sangat menyengat.

(ks/war/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia