Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

PBG dan Radar Kudus Kembali Gelar Pelatihan Menulis Artikel Populer

20 Juni 2019, 10: 18: 36 WIB | editor : Ali Mustofa

ASAH KEMAMPUAN MENULIS: Pelatihan Guru Menulis kembali digelar oleh Pusat Belajar Guru (PBG) bersama Jawa Pos Radar Kudus.

ASAH KEMAMPUAN MENULIS: Pelatihan Guru Menulis kembali digelar oleh Pusat Belajar Guru (PBG) bersama Jawa Pos Radar Kudus. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Pelatihan guru menulis kembali digelar oleh pusat belajar guru (PBG) Kudus dan Jawa Pos Radar Kudus. Hingga kini, sudah ada 80 peserta yang mendaftarkan diri. Mereka terdiri dari peserta baru dan alumni pelatihan jilid I.

Pengelola PBG Kudus Imam Santoso mengatakan, setelah merasakan pelatihan guru menulis itu menyenangkan, peminat untuk pelatihan selanjutnya merespon yang sangat baik. Bahkan, ada yang ikut kembali dalam pelatihan ini.

”Ya, ada perbedaan yang signifikan setelah dilaksanakan pelatihan guru menulis. Pikiran mereka menjadi terbuka. Ternyata menulis itu bukan sesuatu yang sulit dan menakutkan, tapi lebih dinikmati dan dapat pengetahuan baru tentang penulisan,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu guru inti PBG Eko Nur Budi yang juga menjadi narasumber pelatihan guru menulis mengatakan, jilid II ini akan dilaksanakan dua jenis kegiatan. Yaitu, tatap muka dua kali pertemuan, yang rencana di mulai Sabtu (22/6) di PBG. Kemudian dilanjutkan tugas mandiri dengan bimbingan online selama satu bulan.

”Peserta berasal dari Kudus, Pati, Jepara. Guru jenjang SD, SMP, SMA/SMK. sampai saat ini sudah ada 80 peserta. Ada yang baru, tapi ada juga yang alumni jilid satu,” ungkapnya.

Dia menambahkan, banyak guru alumni pelatihan jilid I ikut lagi pelatihan jilid II. Hal ini terbukti mereka lebih antusias mendalami teknik kepenulisan artikel. Kedua, banyak karya tulisan guru tentang pendidikan.

Bahkan, beberapa karya tulisan itu dikembangkan dari hasil penelitian maupun kajian konseptual. Ada juga tulisan artikel yang dilahirkan dari pengalaman pembelajaran terbaik yang pernah dilakukan guru.

”Perubahannya sangat signifikan dari yang sebelumnya tidak ada pelatihan. Kemudian, diadakan pelatihan mengalami perubahan yang cukup baik. Guru-guru lebih semangat menulis dan memiliki kebanggan tersendiri,” terangnya.

Sekarang ini tujuannya tidak hanya pencapaian jenjang karir atau mendapatkan poin. Tapi, lebih pada hasil karya. Sehingga, semangat guru untuk menulis bergairah kembali dan bangga bisa membuat buku sendiri. 

(ks/san/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia