Rabu, 13 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Terungkap di Sidang, Terdakwa Jasmin Sempat Sembunyikan Kayu di Hutan

19 Juni 2019, 15: 35: 17 WIB | editor : Ali Mustofa

WONG CILIK: Jasmin, tersangka pencurian kayu Perhutani saat menemui tamunya yang besuk di penjara. 

WONG CILIK: Jasmin, tersangka pencurian kayu Perhutani saat menemui tamunya yang besuk di penjara.  (POLSEK JEPON FOR RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA – Jasmin, terdakwa pencurian kayu senilai Rp 100 ribu mengakui telah mencuri kayu milik Perhutani. Dalam sidang lanjutan kemarin, terungkap bahwa kayu sempat disembunyikan di hutan selama beberapa  hari. Sebelum akhirnya diambil dan dijual dengan harga Rp 100 ribu.

Terdakwa pencurian kayu (Jasmin,53,) Warga Singonegoro, RT 3/Rw I, Kecamatan Jiken, Blora yang merugikan negara Rp 142.912 menjalani sidang lanjutan kemarin. Dalam sidang kemarin, dipimpin langsung oleh Agustinus Asgari Mandala Dewa, Yunita, dan Endang Dewi Nugraheni serta Panitera pengganti Kristina.

Semenjata Jaksa Penuntut Umum (JPU)nya adalah Karyono. Untuk terdakwa sendiri didampingi langsung oleh Tim dari Blora Lawyers Club (BLC). Mulai dari Sugiyarto, Danit Sasmarwan,Sethia Devis, dan Sugiharto.

Dalam persidangan yang dipimpin hakim Agustinus Asgari Mandala Dewa, Jasmin mengakui segala yang dituduhkan oleh majelis hakim. Jasmin juga menceritakan secara runtut perjalan dari awal menebang hingga akhirnya dia ditangkap.

Kepada Agustinus Asgari Mandala Dewa ketua majlis hakim, Jasmin mengaku sekitar pukul 14.00 pada 1 Maret 2018, ia pergi dari rumah membawa sabit dan gergaji. Tujuannya mencari rumput untuk dijual. Karena kondisi tidak memungkinkan dan kepepet, akhirnya dia menebang sebatang pohon dengan ukuran panjang 400 meter lebar 10 dan tebal 8 sentimeter dengan volume 0, 0320 meter kubik.

Pohon yang ditebang itu ada di di kawasan hutan RPH Nglamping, BKPH Wonogadung, KPH Cepu ikut wilayah Dukuh Nglamping, Desa Bogorejo, Kecamatan Bogorejo, Blora. Jasmin memotong pohon menggunakan gergaji tangan. Dipotong sendiri tanpa sepengetahuan orang lain. Begitu juga petugas.

Selanjutnya sebatang kayu tersebut dibawanya ke pinggir hutan untuk disembunyikan. Sementara gergaji disimpan di semak-semak untuk menghilangkan barang bukti. Usai disembunyikan Jasmin pulang dengan membawa rumput hasil pencariannya.

Beberapa hari berikutnya, dia kembali lagi ke lokasi penyimpannan kayu tebangan tersebut. Tujuannya untuk ngrencei kayu. Yang awalnya bulat jadi balok. ”Saya pilih lokasi yang sepi. Agar tidak ketahuan,” ucapnya.

Usai membuat kayu jadi balok, jasmin tidak langsung bawa pulang. Namun kembali disembunyikan. Setelah merasa aman baru pulang kerumah.Sekitar 7 Maret 2019, Jasmin sempat bimbang, apakah kayu hasil tebangannya akan diambil atau dibiarkan dihutan. Karena kepepet kebutuhan hidup, pada pukul 02.00 Jasmin memutuskan untuk datang ke hutan dengan membawa senter dan mengambil kayu tersebut.

Tidak muluk-muluk, dia hanya menjualnya Rp 100 ribu. Itu untuk sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari. ”Biasanya saya menjual rumput satu pikul 10 ribu. Karena kemarin rumputnya sulit, saya nebang pohon jati,” ucapnya kepada majelis hakim. 

(ks/sub/lid/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia