Rabu, 13 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Kuota Sistem Zonasi PPDB SMA Dikeluhkan Masyarakat

19 Juni 2019, 14: 26: 50 WIB | editor : Ali Mustofa

ANIMO TINGGI: Sejumlah pelajar SMP melakukan verifikasi berkas dan pembuatan akun di SMKN 1 Rembang kemarin.

ANIMO TINGGI: Sejumlah pelajar SMP melakukan verifikasi berkas dan pembuatan akun di SMKN 1 Rembang kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Kuota zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA dan SMK mencapai 90 persen dikeluhkan masyarakat. Saat ini, pemprov sedang berkonsultasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI supaya jalur prestasi ditambah dari 5 persen menjadi 20 persen, supaya siswa siswa berprestasi yang ingin bersekolah di sekolah itu kebagian kuota.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah Sunoto menuturkan, pihaknya telah menerima banyak aduan dari masyarakat tentang kuota jalur zonasi yang mencapai 90 persen. Padahal aturan itu berasal dari Pergub Jateng Nomor 9 Tahun 2019 tindak lanjut Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 yang mengatur tentang PPDB.

”Keluhan itu tak hanya di pendidikan wilayah Pati. Daerah lain juga mengeluhkan. Bahwa kuota jalur prestasi terlalu sedikit. Hanya 5 persen. Sehingga pada rapat koordinasi daerah dan gubernur, membahas hal itu,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Menurutnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersikap responsif menerima usulan penambahan jalur prestasi. Dalam aturan sebelumnya jalur zonasi 90 persen, prestasi 5 persen, dan luar daerah 5 persen. Pemprov akan mengusulkan penambahan jalur prestasi menjadi 20-25 persen di luar zona.

Sunoto menuturkan, menanggapi masukan masyarakat dalam sebuah rapat, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersikap responsif dan berkeinginan jalur prestasi ditambah untuk diusulkan menjadi antara 20 sampai 25 persen. Saat ini Kepala Dinas Provinsi Jateng berkonsultasi dengan Kemendikbud.

Sebab pada saat rakor, gubernur Jateng menghubungi Mendikbud dan kepala Disdik Jateng diberikan mandat untuk membahas persoalan itu ke Jakarta. Dengan begitu nanti ada revisi pergub dan ada penambahan kuota prestasi. Revisi bisa PPDB tahun ini atau tahun berikutnya.

”Yang jelas ini masih mengacu pergub lama. Kalau ada revisi tentunya kami akan langsung mengumumkan ke sekolah dan masyarakat. Jadi, siswa berprestasi yang ingin bersekolah di SMA yang diinginkan masih bisa,” jelasnya.

Saat ini, proses PPDB SMA/SMK 2019 sudah berjalan. Prosesnya mulai 7 Mei lalu penetapan zonasi dan saat ini sudah dimulai verifikasi berkas SMK hingga 28 Juni dan SMA dijadwalkan 24-28 Juni. Selanjutnya pendaftaran online dibuka 1-5 Juli. Sekolah mengumumkan 9 Juli dan 10-11 Juli pendaftaran ulang. Siswa masuk hari pertama 15 Juli.

Sementara di Rembang, verifikasi berkas dan pembuatan akun PPDB SMK berjalan lancar. Tidak ditemukan adanya trouble jaringan di sekolah negeri. Begitupun laporan masuk di pos unit pelayanan pengaduan masyarakat.

Hal ini diamini Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Rembang Gatot Raharja. Dikatakan, tahapan verifikasi berkas dan pembuatan akun  hari kedua kemarin lancar.

Untuk antisipasi kendala, setiap sekolah wajib membuat pos unit pelayanan pengaduan masyarakat. Fasilitas ini, untuk mewadahi ketika ada kesulitan atau permasalahan.

Dia mengakui, kebijakan PPDB tahun ini berbeda. Sebelumnya, siswa melakukan pendaftaran terlebih dahulu baru diverifikasi. Kini tahapan diubah sebaliknya. ”Calon siswa tidak ada yang kebingunngan. Untuk pendaftaran setiap anak memilih empat jurusan dengan dua kelompok keahlian berbeda,” terangnya.

Selain itu, PPDB online tahun ini calon siswa diperboleh memilih lebih dari satu sekolah. Pilihan ini sifatnya skala prioritas. ”Tahun ini surat keterangan tidak mampu (SKTM) bukan menjadi poin penerimaan. Surat ini berlaku hanya untuk digunakan mengajukan bebas SPP,” ujarnya.

(ks/put/noe/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia