Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Antisipasi Manipulasi PPDB Online, Petugas Cek Jarak Rumah Pendaftar

19 Juni 2019, 14: 06: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

DICEK: Petugas melakukan pengecekan lokasi tempat tinggal pendaftar pada PPDB di SMP Negeri 2 Jepara kemarin.

DICEK: Petugas melakukan pengecekan lokasi tempat tinggal pendaftar pada PPDB di SMP Negeri 2 Jepara kemarin. (FEMI NOVIYANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP hari kedua berjalan kemarin. Karena menggunakan sistem zonasi, petugas PPDB benar-benar jeli saat meng-input data lokasi rumah pendaftar. Petugas juga melakukan pengecekan ulang lokasi dan jarak rumah ke sekolah bagi pendaftar yang sudah online secara mandiri.

Hal ini disampaikan Kepala SMP Negeri 2 Jepara Fatkhurrohman. Dia mengatakan, hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya manipulasi data. Khususnya bagi pendaftar yang online secara mandiri. ”Misalnya rumahnya Desa Mulyoharjo yang cukup jauh dari kota, tapi pada titik lokasi rumah digeser di Desa Mulyoharjo yang dekat Taman Kerang. Ini akan berpengaruh pada jarak yang menjadi patokan seleksi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Fatkhurrohman melanjutkan, karena itulah pihaknya sudah menekankan pada petugas PPDB agar mengecek ulang rumah calon siswa. ”Supaya semuanya sesuai dan tidak ada kecurangan,” tuturnya.

KONTROL PPDB: Tim Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah meninjau PPDB SMP di Kudus kemarin.

KONTROL PPDB: Tim Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah meninjau PPDB SMP di Kudus kemarin. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Begitu pula pada saat meng-input data yang dibantu petugas. Petugas akan bertanya detail lokasi rumah, agar titik yang dicantumkan benar-benar sesuai. ”Meski hanya bergeser sedikit di peta, kalau di lapangan atau kondisi nyata jaraknya jadi cukup jauh,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, tahun ini menjadi tahun pertama PPDB dilaksanakan dengan aturan zonasi murni. Di mana jalur zonasi mencapai 90 persen, prestasi 5 persen, dan jalur perpindahan orang tua atau wali 5 persen.

Dengan begitu, sekolah tidak bisa lagi menyeleksi atau menerima siswa-siswa yang memiliki prestasi tinggi saja. ”Ini jadi tantangan tersendiri, karena kami menerima siswa yang heterogen. Kepala sekolah dan jajaran guru juga harus memiliki progam yang tepat dan kreatif, agar bisa menjadikan sekolah berkualitas,” terangnya.

Sementara itu, antrean kondisi PPDB, di hari kedua antrean membeludak yang terlihat pada hari pertama PPDB tak terlihat lagi. Di SMP Negeri 2 Jepara yang sebelumnya penuh antrean, pagi kemarin cukup lenggang. Antrean masih terlihat, namun tidak menumpuk dan tidak mengular hingga tangga sebagaimana hari sebelumnya.

Sampai sore kemarin, pendaftar di SMP Negeri 2 Jepara yang berada di urutan pertama memiliki jarak terdekat dari rumah ke sekolah hanya 44 meter dari sekolah atau berasal dari Kelurahan Panggang. Sementara yang terjauh berdasarkan jalur zonasi berjarak 2.360 meter dari sekolah atau berasal dari Kelurahan Kuwasen, Kecamatan Jepara.

Sementara itu, Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah mengawasi pelaksanaan PPDB 2019 tingkat SMP di Kudus kemarin. Di antaranya di SMP 2 Jati dan SMP 1 Kudus. PPDB SMP Kabupaten Kudus di SMPN 2 Jati dan SMPN 1 Kudus dimulai Senin (17/6) hingga Jumat (21/6).

Asisten Ombudsman Bellinda W. Dewanty mengatakan, kedatangannya ini untuk melakukan pengecekan kondisi PPDB SMP yang menggunakan sistem online dan zonasi. ”Saat hari pertama, kami menemukan jaringan online yang terhubung dengan website Disdikpora (Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga) Kudus terganggu. Kemudian, sekolah tersebut mengantisipasi PPDB online siswa melalui tim operator input data,” jelasnya.

Namun, tak lama sudah bisa teratasi. Kemudian hari berikutnya sudah berjalan lancar. Bellinda mengatakan, berbekal data website, calon siswa hanya dapat mengunduh formulir pendaftaran yang kemudian para siswa dan wali murid mendatangi sekolah yang dituju.

Di sekolah yang dituju, mereka memperoleh nomor kendali petugas pendaftaran. Selanjutnya siswa/wali murid mendatangi meja verifikasi data pendaftaran dan memperoleh nomor kontrol berkas PPDB online. Kemudian bergeser pada meja operator input data pendaftaran. Terakhir, menyerahkan berkas pada meja petugas pengesahan.

Tim Ombudsman Jateng mendapati anak siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang mendaftar di SMP negeri nilainya belum terintegrasi di data base. Sehingga harus di-input secara manual oleh petugas operator input data.

Tim Ombudsman Jateng juga menemukan pendaftar atau calon siswi perempuan yang berdasarkan prestasinya meraih juara I nasional panjat tebing kelompok umur XIII-2018 dapat langsung diterima di SMP 2 Jati tanpa menunggu pengumuman hasil akhir PPDB SMP negeri.

Bellinda menambahkan, secara keseluruhan teknis PPDB di Kudus sudah mengacu pada keputusan kepala Disdikpora Kudus. Juga sesuai juknis PPDB yang dikeluarkan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

”Sejauh ini berjalan lancar dan belum ditemukan adanya kecurangan PPDB. Juga belum ada pengaduan terkait hal tersebut. PPDB di Kudus hanya sedikit terkendala jaringan di hari pertama, tapi selebihnya lancar,” imbuhnya. 

(ks/emy/san/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia