Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Features
Ajeng Lestasi, Peraih Nilai UN Tertinggi MTs

Rutin Puasa Sunah, Langganan Rangking Kelas

19 Juni 2019, 13: 43: 35 WIB | editor : Ali Mustofa

BERPRESTASI: Ajeng (paling kanan) mendapatkan penghargaan di Kemenag Pati Senin (17/6).

BERPRESTASI: Ajeng (paling kanan) mendapatkan penghargaan di Kemenag Pati Senin (17/6). (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Share this      

Nilai ujian nasional (Unas) tingkat MTs Karesidenan Pati 2019 diraih Ajeng Lestari siswi MTsN I Pati. Skornya 389. Ia langganan juara kelas dan kompetensi sains madrasah. Salah satu tirakatannya puasa sunah.

SRI PUTJIWATI, Pati

SEDERHANA. Begitulah yang bisa digambarkan dari Ajeng saat kali pertama koran ini menemui dara yang akrab disapa Ajeng ini. Ia mamakai seragam sekolah dan jilbab panjang seperti siswa lainnya. Gaya bicaranya santun dan ketika ditanyai kerap menggunakan bahasa Jawa halus.

Di balik tampilan yang sederhana, Ajeng tampak semringah. Dia baru saja mendapatkan banyak hadiah dari madrasah dan penghargaan dari Kemenag Pati karena mendapatkan nilai unas tingkat MTs terbaik kedua se-Jateng dan terbaik pertama se-Karesidenan Pati dengan skor 389.

“Alhamdulillah dengan perolehan itu. Dari awal saya hanya belajar dan tidak menyangka bisa mendapatkan nilai yang baik. Yang penting jangan menyerah dan putus asa dengan kondisi yang ada. Jangan lupa minta doa dari orangtua,” tutur dara kelahiran Pati, 6 November 2003 ini.

Ajeng merupakan anak dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja di sawah dan ibunya sebagai ibu rumah tangga (IRT). Meskipun demikian, ia tak patah semangat untuk menuntut ilmu. Sejak masuk di MTsN 1 Pati, dirinya memilih untuk masuk di boarding school. Di sana, Ajeng fokus belajar agama dan materi pelajaran bersama dengan teman-temannya.

“Saya suka belajar dan membaca sejak kecil. Saat masuk MTs, saya lebih memilih tinggal di boarding school madrasah. Keluarga juga mendukung. Di boarding school, saya belajar maksimal semampu saya. Yang terpenting memang doa dan semangat. Saya tidak ingin mengecewakan orangtua,” ujarnya.

Warga Desa Sitirejo, Kecamatan Tambakromo ini mengatakan, saat menerima pelajaran di kelas atau boarding school harus benar-benar memahaminya. Jika sudah paham sejak dari dalam kelas, maka kembali diasah waktu belajar sepulang sekolah.

“Kalau saya yang penting itu materi yang diajarkan guru di kelas paham dulu. Harus paham, jika tidak bertanya kepada guru atau teman. Selebihnya belajar biasa seperti teman-teman. Belajarnya setelah isya di boarding scool,” kata putri dari Sutono dan Anik Ariswati ini kemarin.

Selain bejalar, Ajeng juga rajin puasa sunah. Dengan usaha tersebut, membuahkan hasil. Nilai pelajarannya di kelas bagus. Dia sering mendapatkan rangking. Kecakapannya itu yang membuatnya kerap diikutkan madrasah mengikuti beberapa kompetensi dan olimpiade. Pada 2017 lalu ia menjuarai OSN Matematika kabupaten dan 2018 menjuarai KSM Matematika.

Selain itu, bungsu dari dua bersaudara ini mendapatkan rangking I di kelasnya sejak masuk MTs. Setelah lulus MTs, Ajeng ingin melanjutkan pendidikan di MAN 2 Kudus. Banyak harapan yang ingin diraihnya. Dengan perjuangan itu, ia ingin membahagiakan keluarganya dan membuktikan kepada remaja yang lain untuk tidak berputus asa.

Sementara itu Kepala MTsN I Pati Ali Musyafak mengapresiasi dengan perolehan tersebut. Bahkan ia merogoh koceknya sendiri memberikan beasiswa pendidikan sebesar Rp 5 juta kepada Ajeng. Selain itu madrasah juga memberikan hadiah untuk Ajeng.

“Ajeng mendapatkan hadiah beasiswa pendidikan dari saya. Selain itu juga mendapatkan reward dari madrasah. Sebelumnya saya akan memberikan hadiah umrah jika mendapatkan nilai tertinggi SMP/MTs di Kabupaten Pati. Karena belum memenuhi syarat, maka diberikan tabungan pendidikan,” tuturnya. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia