Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Tahun Ini BBWS Tak Keluarkan Izin Pemanfaatan Bendungan Logung

19 Juni 2019, 09: 34: 13 WIB | editor : Ali Mustofa

UTAMAKAN KESELAMATAN: Sejumlah perahu masih beroperasi di kawasan Bendungan Logung melayani wisatawan keliling menggunakan perahu wisata.

UTAMAKAN KESELAMATAN: Sejumlah perahu masih beroperasi di kawasan Bendungan Logung melayani wisatawan keliling menggunakan perahu wisata. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

JEKULO – Hingga akhir tahun ini, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana memastikan tak bakal mengeluarkan izin pemanfaatan Bendungan Logung. Hal ini dilakukan karena pada tahun ini masih dalam tahap pemeliharaan. Dan masih harus menyelesaikan dua sertifikasi.

Hal ini tegas diungkapkan Pelaksana Pembangunan Bendungan Logung Doddy Indra Wiryawan dalam rapat koordinasi yang digelar di Commad Center kemarin. ”Izin sampai akhir tahun ini belum bisa diberikan,” katanya.

Dua sertifikasi terhadap Bendungan Logung yang harus dipenuhi yakni sertifikasi impounding serta sertifikasi operasi dan pemeliharaan. Pada minggu ketiga bulan ini, pihaknya melakukan pengosongan bendungan. Hal ini dilakukan untuk melakukan evaluasi dan melakukan cek terhadap kondisi bendung. ”Nanti kami lihat apakah kondisinya baik atau ada retakan-retakan,” imbuhnya.

Terkait estimasi waktu pengosongan bendungan ini sama dengan waktu pengisian. Kurang lebih memerlukan waktu tiga bulan.

Kepala Satker Pembangunan Bendungan BBWS Pemali Juana Ign Carya Andi mengatakan, pengosongan bendungan yang saat ini volumenya mencapai 20,15 juta meter kubik itu airnya akan dimanfaatkan untuk lahan pertanian.

Terkait beroperasinya perahu wisata yang sudah sekitar tiga bulan ini, Andi menuntut adanya regulasi yang dapat dijadikan landasan. Dalam kesempatan itu, pihaknya meminta bantuan dari Pemkab Kudus. Beberapa area bendung seperti dekat bangunan utama bendungan, spillway, tubuh bendungan, hingga di dalam penjaring sampah memang tidak boleh dilintasi perahu wisata. ”Sebab kalau ada apa-apa nanti sertifikat bisa tidak keluar,” katanya.

Menanggapi hal ini, Bupati Kudus Muhammad Tamzil menginstruksikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus untuk mengumpulkan warga yang mengelola dan memiliki perahu wisata. Rencananya siang ini, puluhan warga yang didominasi warga Desa Kandangmas itu mendapat penjelasan.

”Kita jelas-jelasan saja. Perahu dilarang. Semuanya dikasih penjelasan bahwa bendungan masih dalam tahap pemeliharaan,” kata Tamzil.

Pihaknya meminta para warga tersebut diberikan pemahaman, bendungan Logung sedang dilakukan pengosongan. Dan selama pengosongan, pihaknya akan mempersiapkan terkait penataan wisata sesuai dengan zona yang telah direkomendasikan pihak BBWS.

”Setelah semuanya selesai, izinnya sudah keluar, nanti akan dibentuk kelompok wisata yang juga akan melibatkan warga sekitar,” tandasnya.

(ks/daf/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia